Ilustrasi Mertua dan Menantu
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

LenteraJiwa, balipuspanews.com -Pondok mertua indah salah satu istilah yang digunakan untuk menyebut rumah mertua. Bagi sebagian menantu yang mendapatkan mertua pengertian tentu tinggal di pondok mertua indah ini akan membuatnya bahagia karena memiliki keluarga baru yang menyanginya.

Namun tidak semua menantu beruntung mendapatkan mertua yang menyayanginya seperti anak sendiri.

Setelah pernikahan kehidupan seseorang akan mengalami perubahan terutama bagi wanita Bali. Di Bali menganut konsep patrilineal yaitu suatu adat yang mengatur alur keturunan dari pihak suami. Hal ini menyebabkan seorang wanita Bali yang telah menikah akan masuk ke keluarga suaminya.

Belum lagi jika suaminya adalah anak laki-laki satu-satunya, maka suaminya memiliki kewajiban untuk merawat ayah dan ibunya. Sehingga pasangan suami dan istri ini biasanya akan tinggal dengan orang tuanya.

Apakah hal ini akan menimbulkan masalah? Tentu saja demikian, masalah paling sering terjadi antara mertua perempuan dengan menantu perempuannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan kebiasaan antara mertua dan menantu. Selain itu juga mertua cenderung ingin agar menantunya dapat melakukan berbagai pekerjaan rumah seperti yang dia lakukan. Seperti mertua yang terbiasa membuat canang hingga porosannya sendiri, ketika memiliki mantu yang terbiasa membeli canang maka hal ini akan menjadi masalah.

Mertua akan memprotes menantu dan mengharapkan menantunya dapat melakukan hal yang sama dengan dirinya. Masalah lain yang dapat muncul yaitu ketika menantu perempuan diminta untuk mengurus seluruh anggota keluarga suaminya misalnya mencucikan baju mertua hingga adik iparnya. Hal ini tentu memberatkan karena tanggung jawab menantunya mengurus suami dan anak-anaknya bukan mengurus iparnya. Belum lagi jika memiliki mertua yang tidak fleksibel seperti mengharuskan menantunya untuk membersihkan rumah, memasak, dan mebanten sebelum berangkat kerja.

Padahal untuk mebanten bisa dilakukan setelah pulang kerja. Selain itu juga masalah kerap kali muncul pada menantu yang bekerja hingga larut malam. Suaminya tidak mempermasalahkan hal tersebut namun justru mertua yang memprotesnya.

Masalah-masalah tersebut tentu menjadi dilema bagi seorang menantu perempuan yang harus tinggal bersama dengan mertuanya. Disatu sisi hal tersebut merupakan sebuah kewajiban, namun disisi lain mereka merasa tertekan karena tidak diperlakukan seperti anak sendiri.
Lalu sebenarnya mana yang lebih baik tinggal dengan mertua atau terpisah? Pada tahun-tahun awal pernikahan sebaiknya memang tidak tinggal bersama dengan mertua. Hal ini karena pasangan suami istri masih dalam proses adaptasi. Jika suaminya adalah anak laki-laki satu-satunya solusi yang dapat dilakukan adalah dengan membeli atau mengontrak rumah dekat dengan rumah orang tuanya. Sehingga masih memungkinkan merawat orang tua sekaligus memiliki privacy untuk mengatur rumah tangganya. Selain itu suami juga berperan penting sebagai penengah antara istri dengan ibunya.

Suami seharusnya bisa menentukan sejauhmana akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan mana yang akan diadaptasi di keluarganya sendiri. Misalnya jika istrinya tidak sempat membuat banten maka suami dapat mengatakan pada ibunya kalau mereka akan membeli saja. Karena setelah menikah seharusnya seorang menantu dianggap sebagai anak bukan sebagai pembantu.

Penulis: Ida Ayu Maitry Sanjiwani M.Psi., Psikolog

Advertisement
Loading...