PPDB Diharapkan Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

ketua komisi 1 DPRD Jembrana IB Susrama
ketua komisi 1 DPRD Jembrana IB Susrama

 

NEGARA, balipuspanews.com- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada SMP Negeri di Jembrana tahun pelajaran 2020/2021 ditengah pendemi covid-19 diharapkan tetap mengikuti protokol kesehatan. Salah saru caranya Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Dikpora) dengan melakukan pengaturan daya tamping sekolah.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Jembrana, Ida Bagus Susrama mengatakan jika sebelumnya hanya satu sekolah yang menerapkan PPDB secara daring (online), kini seluruh SMP Negeri di Jembrana menerapkan pendaftaran secara daring. Jalur penerimaan yang terdiri dari kuota zonasi yang turun menjadi 50 persen, kuota prestasi yang naik menjadi 30 persen, perpidahan orang tua 5 persen dan afirmasi (siswa kurang mampu) 15 persen, pihaknya meminta tidak terpaku pada kuota yang ada.

“Kami sudah sampaikan untuk penerimaan siswa baru SMP meski dengan sisetam online, namun tetap menyertakan jarak rumah ke sekolah. Calon siswa walaupun mendaftar jalur prestasi tapi harus melampirkan zonasi agar tidak kuota yang diterima di sekolah gara-gara salah satu prosentase sudah kelebihan menimbulkan persoalan dan penerimaan menjadi tidak maksimal,” ungkapnya.

Susrama yakin output lulusan SD di Jembrana tidak akan ada peserta didik yang tercecer,dengan daya tampung SMP di Jembrana Jika salah satu jalur di tahap satu (afirmasi, inklusi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi) sudah penuh, maka siswa yang belum diterima bisa mengikuti pada tahap kedua (jalur zonasi). Nantinya sekolah yang menyeleksi siswa yang diterima jalur pada zonasi atau melalui jalur yang lainnya. Semua kelengkapan agar dilampirkan dalam pendaftaran supaya sekolah yang mengatur, apa masuknya prestasi, afirmasi atau masuknya zonasi.

“Selama ini masih belum maksimal. Ada siswa yang tidak diterima gara-gara masalah baku terkait prosentase kuota, padahal masih ada jalur lain yang tidak terpenuhi kuotanya” ujarnya.

Susrama juga menekankan proses belajar mengajar ditengah situasi covid-19 agar memperhitungkan protokol kesehatan seperti daring (jarak jauh), pengaturan jumlah isi kelas (untuk bisa menerapkan fisical distancing, jaga jarak atau penerapan sift belajar.

“Karena terkait dengan penganggaran maka pelaksanaan pembelajaran dengan protokol kesehatan ini harus direncanakan sejak awal,” pungkasnya.

Penulis /editor : anom