Prajurit Satgas Pamtas Dibekali Cara Mengajar yang Baik

Batalyon Infantri Mekanis 741/ Garuda Nusantara (Yonmek 741/GN) Bimtek mengajar Prajurit Satgas Pamtas di Mako Yonmek 741/GN, Selasa (23/11/2021)
Batalyon Infantri Mekanis 741/ Garuda Nusantara (Yonmek 741/GN) Bimtek mengajar Prajurit Satgas Pamtas di Mako Yonmek 741/GN, Selasa (23/11/2021)

JEMBRANA, balipuspanews.com – Prajurit TNI yang ditugaskan di perbatasan dengan negara lain tidak hanya dituntut melaksanann pengamanan dengan maksimal. Mereka juga diharapkan bisa membantu pendidikan bagi anak-anak disekitar tempat tugasnya, mengingat diwilayah perbatasan masih banyak kekurangan guru.

Agar prajurit yang bertugas di perbatasan mampu menjadi guru, mereka harus dibekali cara mengajar yang baik. Seperti yang dilakukan prajurit Batalyon Infantri Mekanis 741/ Garuda Nusantara (Yonmek 741/GN) Bimtek mengajar Prajurit Satgas Pamtas di Mako Yonmek 741/GN, Selasa (23/11/2021).

Kegiatan ini sebagai bentuk kerjasama antara TNI AD dengan Kemendikbud Ristek.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kepala Stat Angkatan Darat (Kasad) Brigjen TNI Sugiyono, perwakilan dari Direktorat GTK Pendidikan Dasar Kemendikbud, jajaran Forkopimda Jembrana serta, serta keluarga besar Yonif Mekanis 741/ Garuda Nusantara.

Program tersebut bentuk kerjasama Kemdikbud dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat tentang Penugasan Personel TNI AD sebagai pengajar pada satuan pendidikan di daerah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar).

Koordinator Pokja, Direktorat Guru pendidikan dr. Romi Siswanto S. Sos M, Si menuturkan pemerintah pusat melalui (Kemdikbudristek) terus mendorong kepada semua komponen bangsa untuk terus berkolaborasi dan bergotong-royong, bahu-membahu.

Tujuannya, percepatan dan perluasan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil, di wilayah perbatasan, dan di pulau-pulau terdepan Indonesia.

“Kemdikbudristek dan TNI akan terus berkolaborasi dan memastikan negara hadir di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) untuk berkonstribusi dalam mencerdaskan anak bangsa,” ucapnya.

Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kepala Stat Angkatan Darat (Kasad) Brigjen TNI Sugiyono menjelaskan bahwa pembekalan materi kepada para prajurit ini bukan untuk mengganti guru tetapi untuk mengisi kekosongan tenaga guru yang berada di daerah 3T.

“Kami dari angkatan darat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya Ditjen GTK yang mau memberikan kompetensi tentang kemampuan mengajar kepada para prajurit. Selama ini memang para prajurit yang berada di pos-pos daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang menutup kekosongan guru yang ada,” ujarnya.

Harapannya, para prajurit ini mampu mengisi kekosongan yang ada dalam dunia mengajar. Selain itu mampu mentransfer ilmu yang mereka dapat kepada para murid yang berada di pos-pos tersebut.

“Saya berharap para prajurit bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, bekal yang ada bisa diterapkan di sekolah-sekolah bisa ditransfer kepada murid-murid,” ungkapnya.

Sementara Bupati Jembrana, I Nemgah Tamba berharap kepada seluruh prajurit dapat mengikuti seluruh rangkaian bimtek ini dengan baik, hingga nanti sampai berangkat penugasan didaerah perbatasan.

“Ini adalah tugas yang sangat mulia, selain memang tugas pokok menjaga perbatasan negara, juga membantu dalam membangun bangsa terutama didaerah perbatasan yang notabenenya masih banyak kekurangan guru di SD maupun SMP.

Sehingga Bimtek ini, Satgas Pamtas Yonif 741/GN bisa membantu pelaksanaan program pembelajaran di daerah perbatasan yang masih kekurangan,” pungkasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version