Kegiatan yang dilaksanakan di Puri Jambe Abiantimbul, Senin (11/6) malam.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Dalam rangka menguatkan dan menjaga eksistensi Desa Pakraman di tengah laju globalisasi yang pesat, Seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam paiketan Prajuru Banjar Celagigendong, Pameregan, Alangkajeng Gede, Alangkajeng Menak, dan Glogor yang dikenal dengan sebutan Cemerlang kembali menggelar paruman. Kegiatan yang dilaksanakan di Puri Jambe Abiantimbul, Senin (11/6) malam ini diharapkan mampu menghasilkan pemikiran dalam upaya menjaga adat, tradisi dan kebudayaan Bali khususnya di Kota Denpasar.

Kegiatan tersebut disambut baik Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Tokoh Panglingsir Puri, serta OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar. Sekda Rai Iswara dalam kesempatan tersebut mengatakan hendaknya seperti yang diungkapkan Bapak Proklamator Ir. Soekarno ungkapan mengenain jangan sekali kali melupakan sejarah, dalam hal ini pula hendaknya juga keberadaan wilayah ‘Cemerlang’ dijadikan suatu upaya pemersatuan dan penyamaan persepsi untuk menciptakan kesatuan dalam masyarakat.

Dengan bersatunya masyarakat lanjut Rai Iswara baik secara tindakan maupun pemikiran melalui visi misi dimana nantinya diharapkan pengamalannya dapat diarahkan keberbagai bidang pembangunan seperti keamanan ketertiban masyarakat, pelestarian adat istiadat, tradisi serta seni budaya, menggalang persatuan dan kesatuan ditingkat desa adat serta memberikan pembelajaran mengenai budi pekerti, nasionalisme khsuusnya kepada generasi muda.

“Dengan penguatan banjar melalui persamaan persepsi antar pengurus ini tentunya dapat menghindarkan masyarakat khususnya generasi muda dari perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkotika, seks bebas dan radikalisme. Hal ini perlu dioptimalkan mengingat akhir- akhir berbagai ancaman semakin mengkhawatirkan dan perlu ditangkal sedini mungkin,” ujar Rai Iswara.

Pengelingsir Puri Jambe Celagi Gendong, AAN Oka Wiranata mengatakan bahwa keberadaan prajuru diyakini sebagai ujung tombak penguatan adat istiadat serta kebudayaan Bali yang adi luhung. Sehingga, tatanan struktur organisasi adat harus tetap dipertahankan sebagai upaya menjaga kearifan lokal sehingga menjadi ciri khas peradaban. “Dalam pertemuan ini diharapkan menjadi momentum bagi pengurus adat dari masing- masing wilayah Cemerlang diperkenankan untuk saling mengenal dan menyamakan persepsi tentang bagaimana  visi-misi sehingga dalam pelaksanaanya saling mendukung satu sama lainya yang bermuara pada kukuhnya tradisi, adat istiadat serta kebudayaan Bali itu sendiri,” pungkasnya, (rls/bpn/min).

Tinggalkan Komentar...