25.8 C
Denpasar
29/11/2021, 11:26 AM
BadungPresiden John F. Kennedy, Jadi Inspirasi Winasa Kembangkan Kewirausahaan

Presiden John F. Kennedy, Jadi Inspirasi Winasa Kembangkan Kewirausahaan

balipuspanews google news

BADUNG, balipuspanews.com – Mantan presiden AS Jhon F. Kennedy menjadi inspirasi bagi I Wayan Winasa, pematung asal Banjar Purwakerta, Desa Gerih, Kecamatan Abiansemal, Badung untuk mengembangkan usahanya.

Winasa yang mengagumi presiden ke empat Paman Sam ini sering membaca buku sang presiden sehingga ada hal positif yang melecut dirinya dalam mengembangkan kewirausahaan.

Dalam buku tersebut, Kennedy menyebutkan, bagi yang ingin sukses di dunia bisnis hendaknya jangan pernah menggantungkan harapan sepenuhnya kepada negara. Hendaknya, kata Kennedy yang disampaikan Winasa, harus berusaha sendiri dan berani keluar dari zona nyaman, serta apapun yang ingin dicapai harus diyakini, optimis, dan dikerjakan, sehingga impian bisa terwujud.

Berbekal dari pelajaran tersebut, bapak tiga anak ini berkeyakinan untuk mulai berwirausaha secara mandiri. Sebelum mengawali bisnis mematung ini, ia juga mendapatkan dorongan dari seorang kakeknya yang juga seorang seniman ukir yang memiliki karya yang berkualitas pada eranya.

Terbersit dari dua dorongan sang kakek dan buku dari seorang tokoh dunia tersebut, Winasa terbakar oleh kobaran api semangat untuk memulai menekuni dunia patung dengan khas gaya ukiran klasik ala Bali pada tahun 1978.

Menariknya, Pria kelahiran 1962 ini memulai kiprahnya dalam seni patung ini sejak dirinya masih sekolah duduk di bangku SMP. Kendati, tidak mengenyam pendidikan formal dibidang seni, namun berbekal belajar secara otodidak ia mampu melahirkan karya yang ikonik dan berkarakter.

Seiring berjalannnya waktu, dengan berkembangna pariwisata di Pulau Dewata ini, karya pria kalem ini mulai dilirik oleh pasar, baik pasar lokal, domestik, hingga mancanegara.

“ Karya patung yang saya hasilkan sudah menembus pasar Amerika, Jepang, China, Eropa,” cetus Winasa kalem.

Kepada balipuspanews.com, Minggu (24/01/2021), Winasa mengaku, karya yang ia kerjakan dengan karyawannya mampu terjual hingga ratusan patung per bulan dan aneka jenis bentuk dan ukuran.

Dia pun tidak mematok dengan harga yang tinggi untuk sebuah karyanya. Ia menyesuaikan dengan budget yang dimiliki pembeli sehingga kendati memiliki uang yang relatif kecil bisa membawa pulang karya Winasa sebagai pajangan.

“ Karya yang ada disini saya banderol mulai harga terendah mulai 100 ribu hingga 4 juta. Ukuran dan kerumitan mempengaruhi tingginya harga patung,” jelasnya.

Tak terhitung berapa jenis produk yang ia lahirkan, kisaran seratus lebih aneka patung dan pot hias yang dilahirkan tersebar di seantero dunia yang menghiasi sudut ruangan hingga jantung kota pernah dipercayakan terhadap dirinya.

Tak hanya patung dan pot, sebuah pelinggih juga ia garap dengan karya khas seorang Winasa dengan ukiran klasik tidak terlepas dari pakem ukiran Bali yang ada.

“ Untuk patung yang laku dipasaran dan banyak peminatnya yaitu patung leko, oleg, beayut. Sedangkan untuk pot dengan hiasan motif lotus sangat digemari pembeli. Sementara untuk pelinggih dengan dua motif yaitu Padma dan Tugun Karang,” bebernya.

Bagaiman kondisi produksi hingga penjualan saat Covid-19 ini?

Kata Winasa, tentu dampaknya sangat terasa sekali. Namun, ia tetap berproduksi untuk barang stok dan menciptakan karya dengan kwalitas tinggi. Kesempatan ini dijadikan untuk menambah koleksi dan melahirkan karya-karya anyar untuk dipasarkan nanti setelah wabah global ini usai.

“ Kendala pasti ada. Untuk modal, kami sudah mulai ngos-ngosan. Kalau tidak berproduksi kasihan karyawan tidak ada kerjaan. Pandemi ini sangat mengajarkan kita untuk hidup sederhana, pandemi mengajarkan kita untuk pintar mengelola keuangan,” katanya.

“ Kalau dulu kita dengan penghasilan banyak, tentu keinginan yang kita penuhi bukan kebutuhan. Kalau sekarang kita memenuhi keinginan tentu tidak bisa. Kita diajarkan pandai mengelola penghasilan selama berproduksi,” sambung Winasa.

Ia menuturkan, untuk satu ukuran patung setinggi 1 meter dengan diameter 50 centi meter, dapat dikerjakan dengan membutuhkan waktu mencapai satu pekan lamanya.

Tahap pengerjaannya, diawali dengan cor serpihan bahan pokok paras dengan semen selama satu hari, selanjutnya sesudah kering dilanjutkan dengan proses makal atau pembentukan rupa, setelah itu baru dilanjutkan dengan mengukir dengan memakan waktu kurang lebih empat hingga lima hari. Setelah proses ukir selesai dilanjutkan dengan finishing dengan pewarnaan yang sesuai.

Dibalik kesuksesannya menghasilkan karya-karya patung yang berkualitas ini, Winasa juga berhasil melahirkan wirausaha-wirausaha yang pernah mengenyam pekerjaan ditempatnya.

Kendati banyak saingan dari mantan anak buahnya, ia merasa bangga mampu melahirkan seniman-seniman baru yang mampu merekrut tenaga kerja di Desa.

“ Kami bangga anak buah kami bisa berdikari sendiri.Ia mampu menghidupi keluarga hingga mencetak lapangan pekerjaan baru. Kami sama sekali tidak merasa tersaingi,” ungkap pria berambut panjang dengan penampilan seadanya.

Selain bangga dengan banyak lahirnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah, (UMKM) lewat karya-karya yang dihasilkan Winasa, ini mampu membawa nama baik Desa Gerih.

Dulunya Desa gerih sendiri asing di telinga masyarakat, kini masyarakat Bali khususnya, dan masyarakat luar mengagumi dan mengincar karya khas Winasa.

Penulis : Nengah Budiarta

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
DPRD Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
01:01
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Member of