DENPASAR, balipuspanews.com- Prestasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali ternyata dilirik dan menjadi catatan oleh KPU pusat atas beberapa prestasi selama ini terlebih suksesnya beberapa perhelatan politik di Bali berjalan lancar dan tingkat partisipasi masyarakat naik drastis hinggga melampaui target. Atas prestasi tersebut Bali dipilih sebagai pilot project (percontohan) Rumah Pintar Pemilu (RPP) Elektronik yang diresmikan oleh Anggota KPU RI, di Kantor KPU Bali, Rabu (18/12).
Anggota KPU RI Wahyu Setiawan mengungkapkan, dirinya senang karena KPU Provinsi Bali dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali mampu melanjukan tradisi pemilu, sepanjang pemilu di Bali telah menunjukkan prestasi dalam penyelenggaraan pemilu berjalan lamcar.
Dipilihnya Bali sebagai percontohan E-RPP ini tentu melalui beberapa catatan yang dinilai oleh KPU RI. Yang pertama, karena pemilu di Bali belangsung aman, damai, dan demokratif. Ini sangat dipengaruhi oleh kultur masyarakat Bali yang toleran dan egaliter.
Kedua, partisipasi pemilu terakhir di Bali mampu mencapai 82 persen. Ini menunjukkan KPU Bali telah bekerja keras, membangun sinergitas, hingga partisipasi naik drastis.
Ketiga, KPU Bali terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Seiiring perkembangan zaman, tentu perubahan dan perkembangan menjadi respon dengan melakukan digitalisasi rumah pintar pemilu. RPP ini terkait pelayanan informasi yang dapat diakses cepat dan mudah. Pada ujungnya nanti memperlihatkan seberapa besar masyarakat dapat dilayani terkait kepemiluan.
“Saya pernah mengusulkan, agar KPU Provinsi Bali jangan dinominasi kejuaraan, karena kalau ada Bali yang menang pasti Bali. Kalau bali selalu ada ya selalu yang menang Bali, tujuannya agar memberi peluang kepada daerah lain,” kelakar Wahyu.
Lebih jauh dirinya menyebut, hakekat keberadaan KPU memberi pelayanan masyarakat pemilih dan peserta pemilih. Sikap pelayanan KPU tentu tidak memihak atau sama terhadap keduanya baik masyarakat maupun peserta pemilu.
Disebut Wahyu, E-RPP ini dirancang untuk mendapat cara lebih mudah dah hemat dalam mengakses informasi terkait pemilu yang selama ini susah didapatkan dan tidak efisien.
Ditanya terkait perbedaan website KPU dengan E-RPP Yang diresmikan sekarang, Wahyu menegaskan perbedaan website dengan rumah pintar, E-RPP lebih terhadap sosialisasi pemilih. Ini bagian integral dari sistem KPU lainnya. Sedangkan kalau website akan menyajikan Informasi-informasi terkait data KPU.
Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gde Lidartwan mengatakan dengan adanya rumah pintar pemilu elektronik ini tentu memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi tentang kepemiluan.
“Hanya dengan teken tombol (touchsrceen) sudah mendapat informasi, tidak lagi membuka halaman buku,” bebernya.
Disamping itu, sosialisasi pemilu dengan mobiling jauh lebih meringankan biaya dan efisien waktu untuk sosialisasikan terkait pemilihan umum.
Terkait dipilihnya Bali sebagai Pilot Project, dirinya tentu mengapresiasi apa yang dilakuakan KPU RI kepada KPU Bali, ini menunjukkan KPU Provinsi Bali terbaik dalam penyelenggaraan pemilu.
Disebut Lidartawan, beberapa keunggulan dari E-RPP ini yaitu
informasi yang disajikan lebih lengkap, karena digital mampu mobiling, dan tidak memakan tempat yang banyak. Proses memperoleh informasi juga lebih cepat.
” Dengan E-RPp ini, tentu kami lebih gampang untuk melakukakn pengarsipan kegiatan, dari awal pemilu sampai akhir. Disamping menepis isu habis pemilu tidak ada kerjaan. Padahal masih ada pekerjaan menyosialisasikan informasi kepada pemilih dalam rangka mempertahankan indeks demokrasi kita,” pubgkasnya mengakhiri. (bud/bpn/tim).



