Rabu, Februari 28, 2024
BerandaBulelengPria 52 Tahun di Buleleng Setubuhi Siswi SMP Sampai Tujuh Kali

Pria 52 Tahun di Buleleng Setubuhi Siswi SMP Sampai Tujuh Kali

BULELENG, balipuspanews.com – IBD pria berusia 52 tahun ini harus meringkuk dibalik jeruji besi usai nekat menyetubuhi seorang siswi SMP di salah satu hotel yang ada di Wilayah Kecamatan Banjar, Buleleng. Kuat dugaan tersangka nekat melakukan aksi bejatnya sebanyak tujuh kali.

Kanit IV Unit PPA Polres Buleleng, Ipda I Ketut Yulio Saputra mengatakan kasus dugaan tindak pidanan persetubuhan ini dilimpahkan oleh Polsek Seririt ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng.

Dimana kejadian terungkap berdasarkan kecurigaan orang tua korban yang mengetahui anaknya yang tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Padahal sebelumnya korban yang baru berusia 14 tahun ini pamit dari rumah untuk bersekolah dengan pakaian seragam lengkap.

Merasa ada yang janggal orang tua langsung melaporkan kecurigaannya ke Polsek Seririt untuk mencari sang buah hati. Mendapat laporan tersebut Polisi pun melaksanakan proses penyelidikan dan mengintai sekolah korban. Benar saja tidak berselang lama korban justru datang bersama seorang pria dewasa yang belakangan diketahui adalah IBD.

BACA :  Wali Kota Jaya Negara-Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan

Tanpa berpikir lama polisi lantas menangkap tersangka lalu dibawa ke Mapolsek Seririt untuk diamankan. Usai menjalani periksa IBD pun mengakui jika sebelumnya sudah janjian dengan korban sebelum berangkat untuk bersekolah. Akan tetapi korban diminta supaya mengirimkan surat sakit agar bisa leluasa diajak jalan-jalan.

“Karena orang tua korban curiga anaknya ini tidak bersekolah dengan mengirimkan surat sakit. Tapi dari rumah pamitnya bersekolah dari sana lantas orang tua melapor ke pihak berwajib dan setelah diselidiki, korban ternyata sorenya diantar oleh IBD kembali ke sekolah dan saat itu pula diamankan,” ungkap IPDA Yulio saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2023).

Belakangan setelah dilakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, polisi menemukan fakta jika IBD melancarkan aksinya dengan motif bujuk rayu. Dimana korban diimingi uang sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu sebelum tersangka melakukan aksinya.

Selain itu, diakui korban jika tersangka telah melakukan perbuatan bejatnya sebanyak tujuh kali. Dimana enam kali dilakukan di rumah nenek korban sedangkan sekali di hotel.

BACA :  Data Pemilu 2024 Diduga Bocor, DKPP Periksa Ketua dan Anggota KPU RI

“Kita sudah lakukan visum dan memang ada ditemukan robekan bekas dugaan Persetubuhan ditemukan, kalau kehamilan tidak ada. Tersangka melancarkan aksinya dengan cara bujuk rayu atau diiming-imingi uang mulai Rp 100 sampai Rp 150.000,” terang IPDA Yulio.

Kini akibat perbuatannya, IBD disangkakan pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular