DENPASAR, balipuspanews.com – Sukses memimpin Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) selama periode pertama 2019-2024, Rektor Undiknas Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa ST. , S.Sos., M.M., IPM., ASEAN Eng, kembali dilantik untuk periode kedua 2024-2029 pada Jumat (15/3/2024) di Auditorium Dwi Tunggal.
Dalam kepemimpinan pertama, Prof. Sri Subawa telah sukses merealisasikan program kerja unggulan yaitu realisasi infrastruktur penunjang akademik dan non akademik, seperti pembangunan laboratorium, ruang teater, serta mewujudkan sistem pengajaran berbasis riset.
Budaya riset ditumbuhkan saat pandemi. Momen ini dijadikan tahun digitalisasi, dengan akselerisasi digitalisasi dengan sistem teknologi berbasis informasi.
Tidak hanya itu, pada kepemimpinannya di tahun 2022, rektor menggelontorkan program kewirausahaan, mengalokasikan dana bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki ide mengembangkan Startup, kreatif, dan inovatif.
Usai pelantikan, Prof. Sri Subawa mengungkapkan, untuk kepemimpinan ke depan dirinya akan mencanangkan Akreditasi Internasional. Dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi para dosen minimal S3, serta dibarengi staf, mahasiswa yang berdaya saing internasional.
Sebagai bagian dari indikator akreditasi Unggul, Undiknas juga akan penambahan program study baru. Beberapa diantaranya prodi doktor hukum dan kesehatan.
“Dari awal ada sebanyak 12 Prodi, sekarang sudah meningkat menjadi 18 Prodi, kemungkinan akan ditambah menjadi 30 Prodi,” terangnya penuh optimis tercapai.
Ditambahkan, Prodi yang bakal dibuka yaitu lulusannya banyak dibutuhkan di masyarakat maupun dunia bisnis dan industri. Hal ini tentu menjadi semarak baru mengepakkan sayap lebih lebar dengan dukungan sivitas akademika menuju Undiknas University yang besar.
Dalam kesempatan sama, Ketua Perhimpunan Pendidikan Nasional (Perdiknas) sebagai payung hukum Undiknas Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda mengucapkan selamat kepada Rektor Prof. Sri Subawa. Pihaknya berharap agar Undiknas dibawah nahkoda Prof. Sri Subawa semakin maju, berkembang dan besar.
“Buat sejarah yang lebih jauh dari kepemimpinan periode pertama,” harapnya.
Eddy Gorda sapaan AAN Eddy Supriyadinata Gorda menambahkan, bahwa semakin bagus sejarah yang dicetak, maka semakin bagus perkembangan yang dialami Undiknas.
Dalam kesempatan tersebut, Eddy Gorda juga menyerahkan tongkat komando kepada Rektor. Dimana tongkat komando dapat dimaknai sebagai simbol dari kepemimpinan, dengan tugas yang akan diemban. Semua kebijakan hanya dikeluarkan melalui satu komando.
Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan



