Program Berjalan 100 Persen, Dandim Alit Yudana Tutup TMMD ke-109

Dandim 1116/Badung Kolonel Inf. Made Alit Yudana tutup TMMD ke 109 di gedung Dharma Alaya Negara
Dandim 1116/Badung Kolonel Inf. Made Alit Yudana tutup TMMD ke 109 di gedung Dharma Alaya Negara

DENPASAR, balipuspanews.com-

Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-109 secara resmi ditutup setelah kegiatan rampung 100 persen. Penutupan dilakukan Dandim 1116/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, Rabu (21/10/2020) di gedung Dharma Alaya Negara.

Turut hadir dalam penutupan TMMD tersebut Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharma Wijaya Mantra, Camat Camat Denpasar Timur, dan Perbekel Desa Kertalangu.

Akselerasi pembangunan Desa melalui program TMMD ke-109 ini dilaksanakan di banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur berupa pembangunan fisik dan non fisik.

Dalam kegiatan fisik, sasaran pembangunan berupa jembatan 2 unit, perabatan dengan volume 800 meter kubik, penyenderan saluran subak, dan bedah rumah dua unit atas nama I Wayan Riki dan I Wayn Ardana.

Sedangkan kegiatan non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi seperti: Keagamaan, Nela Negara, Wawasan Kebangsaan, Teroris dan Paham Radikal, Lingkungan Hidup, Kehutanan, Pertanian, PKK, Hukum dan Kamtibnas, KB Kesehatan, Narkoba.

Adapun elemen yang terlibat dalam kegiatan tersebut melibatkan persoli tenaga tetap lapangan 1 kompi gabungan TNI/Polri 150 orang, pendukung masyarkaat desa 50 orang perhari, dan pendukung unsur ormas dan komponen masyarakat.

Besaran anggaran bersumber dari PJO TMMD sebesar RP 483.50000,00 dan dukungan anggaran pengadan riil Kota Denpasar sebesar Rp 1. 251.162. 000.

Made Alit Yudana mengungkapkan
proses dari terwujudnya program TMMD ini melaui komunikasi dengan pihak Desa, sehingga Perbekel meminta kepada TNI, selanjutnya TNI mengajukan kepada Pemerintah Kota Denpasar hingga terwujudnya program ini.

Pelbagai komponen ikut terlibat dalam membangun Desa ini yang dilakukan secara gotong royong.

“ TMMD ini bukan sektoral namun seluruh elemen masyarakat dilibatkan sehingga menghasilkan pembangunan fisik maupun non fisik yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

TNI memiliki visi yang sama dengan pemerintah daerah yaitu mewujudkan sinergitas “Dari kita, untuk kita, oleh kita” sehingga pembangunan ini benar-benar diinginkan oleh rakyat dan dinikmati oleh masyarakt sendiri.

Namun, pembangunan bukan berarti berjalan mulus begitu saja, kata Yudana, kendala yang dihadapi dalam TMMD ini yaitu karena pembangunan dalam suasana Covid-19, jadi setiap pengerjaan harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan, dan waktu yang dibutuhkan lebih dari pembangunan pada umumnya.

“ Pengurangan anggota yang dilibatkan, pengurangan peralatan yang digunakan, dan kendala akses yang belum ada menuju lokasi pembangunan itu yang menyebabkan kesulitan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar apa yang dikerjakan selama ini dapat bermanfaat dan dinikmati masyarakat, serta dirawat dan dipelihara dengan baik.

PENULIS : Budiarta

EDITOR : Oka