Program JKN Bantu Asih Berjuang Lawan Penyakitnya

- Advertisement -
- Advertisement -

BANGLI, balipuspanews.com – Terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membuat Nyoman Asih,60, merasa tenang. Pasalnya, ibu yang kini hanya hidup dengan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar itu sudah tidak perlu memikirkan soal biaya pengobatan.

Ditemui di tempat tinggalnya, Asih bercerita bahwa Program JKN telah banyak membantunya untuk melawan penyakit yang ia rasakan. Dirinya mengungkapkan sempat mengalami pendarahan yang cukup banyak dan sakit pada perutnya. Akhirnya, dengan rasa sakit yang dirasakan, ia langsung berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli.

“Saya harus diopname selama lima hari, dipasangi infus dan dilakukan pemeriksaan detail, dokter bilang ada benjolan di dinding rahim, saya sehingga saya harus dirujuk ke RSUP I G N Ngoerah,” ungkap Asih.

Di RSUP I G N Ngoerah, Asih menjalani kemoterapi agar sel-sel kankernya tidak berkembang. Ia harus bolak-balik Bangli – Denpasar karena proses kemoterapinya dilaksanakan secara bertahap.

Dari hasil kemoterapi yang ia jalani, ia merasakan efek kerontokan pada rambutnya, tetapi ia nampak tenang sembari menunggu jadwal operasi untuk mengatasi benjolan pada dinding rahimnya.

BACA :  Atap Bangunan SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Dihantam Angin Kencang

“Dokter selalu mengedukasi saya untuk tetap tenang dan menjalani hidup dengan teratur yaitu makan dan istirahat yang cukup. Selain itu, Program JKN membuat saya tenang karena semua pembiayaan sudah diurus sehingga saya tidak keluar biaya sepeserpun,” lanjutnya.

Asih merupakan peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan Pemerintah Kabupaten Bangli. Ia bersyukur karena Program JKN telah begitu besar membantunya.

“Opname lima hari, menghabiskan empat kantong darah, kemoterapi, dan masih banyak lagi pengobatan yang dijamin. Bagaimana saya tidak bersyukur, di balik kondisi ekonomi saya yang pas-pasan begini,” cerita Asih.

Di saat menunggu jadwal operasinya yang mungkin dalam waktu dekat ini, Asih menyiapkan mental dan menjaga fisiknya agar pemeriksaan sebelum operasi hasilnya baik sehingga operasi dapat langsung dilakukan.

“Semoga ini adalah tindakan terkahir karena katanya rahim saya akan di angkat dan ini menjadi solusi agar saya dapat sehat kembali dan dapat berjualan lagi seperti semula,” tutup Asih. (adv)

Penulis: Gde Candra

BACA :  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular