Tambah menumpuk di Nusa Penida. Padahal Pemkab Klungkung miliki program TOSS
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura,balipuspanews.com Program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat ) yang menjadi andalan Pemkab Klungkung untuk mengatasi masalah sampah, ternyata belum dapat diterapkan di Kecamatan Nusa Penida. Padahal, volume sampah pariwisata di Kecamatan Nusa Penida khususnya di wilayah desa Lembongan dan Jungutbatu terus meningkat setiap tahunnya.

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, AA Kirana menjelaskan, program Toss yang pengaplikasiannya mengubah sampah menjadi pelet sebagai energi listrik atau bahan bakar ini baru akan diterapkan di Kecamatan Nusa Penida tahun 2019 mendatang. Hal ini, karena saat ini proses TOSS terus dikembangkan pengaplikasianya.

” Khususnya di Nusa Penida, program Toss baru akan kita coba di tahun 2019 mendatang. Ini kita akan megandeng berbagai pihak, termasuk penyedia akomodasi pariwisata Hotel dan Restaurant. Karena di Nusa Penida saat ini sangat dominan dengan sampah pariwisata,” ujar AA Kirana jumat(14/9/2018)

Kirana menegaskan, dalam beberapa tahun terakhir sampah pariwisata di Kecamatan Nusa Penida khususnya di Desa Lembongan dan Jungutbatu kian meningkat. Hal ini sejalan dengan berkembanganya akomodasi pariwisata di kedua desa tersebut. Sementara saat ini, sampah pariwisata dari Hotel dan Restaurant di Pulau Lembongan termasuk Ceningan, masih ditampung di TPA Jungutbatu yang memiliki luasan kurang lebih 2 hektar.

” Volume sampah Hotel dan Restaurant di Wilayah Lembongan dan Jungutbatu kian meningkat, sejalan dengan perkembangan pariwisata di lokasi itu. Tapi jumlah pastinya kami belum bisa pastikan, karena kami sedang evaluasi untuk kebijakan strategi pengolahan sampah. Setelah evaluasi rampung, baru kami bisa pastikan rata-rata volume sampah pariwisata disana, ” jelas Kirana

Meskipun demikan, menurut Kirana saat ini TPA Jungutbatu seluas 2 hektar masih mampu menampung pembuangan sampah di Pulau Lembongan dan Ceningan. Guna mengantisipasi Overload, pihaknya pun tahun 2019 nanti akan segera menerapkan program TOSS di wilayah kepulauan tersebut.

” Mudah-mudahan program ini juga mampu diterapakan dengan baik di Nusa Penida. Nanti penerapan program ini, akan dikomandoi oleh kepala UPT Dinas Liingkungan Hidup, dan kerjasama  Perbekel setiap desa, termasuk penyedia akomodasi Pariwisata,” jelasnya.

Program TOSS merupakan program pengolahan sampah kerja sama antara Pemkab Klungkung dengan STT PLN Jakarta. Metoda TOSS hanya diperlukan waktu 10 hari dengan penambahan lindi (proses peuyemisasi-inovasi dari STT PLN) kemudian diolah dicacah dan dicetak menjadi pelet.

Pelet ini mengandung kalori 3400 kcal / kg yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar untuk tungku. Jika Pelet dimasukkan ke gasifier dapat menjadi sin-gas dan menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sekaligus sebagai opsi untuk dicampur dengan batubara.

Manfaat utama dari metode ini adalah pengelolaan sampah secara tuntas, bahkan ke depan TPA mungkin tidak diperlukan lagi karena dari TPS sampah sudah diolah menjadi pelet yang bermanfaat bagi warga sekitar.(Roni)

 

Tinggalkan Komentar...