Senin, Juni 17, 2024
BerandaBulelengPromosikan Spa Milik Sang Pacar, WNA Australia Kena Deportasi

Promosikan Spa Milik Sang Pacar, WNA Australia Kena Deportasi

BULELENG, balipuspanews.com– Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia akhirnya dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja. WNA berusia 31 tahun ini dideportasi usai terbukti menyalahgunakan izin tinggal dengan mempromosikan atau menawarkan bisnis spa milik sang pacar di media sosial.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Hendra Setiawan mengatakan bahwa WNA berinisial JEDY ini terjaring dalam operasi yang dilakukan TIM Inteldakim pada Jumat (22/3/2024) di Wilayah Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Usai dilakukan pemeriksaan WNA yang datang ke Bali menggunakan Visa Kunjungan (Indeks B211) ternyata terbukti telah menyalahgunakan izin tinggalnya.

Dimana belakangan diketahui JEDY telah menawarkan atau mempromosikan bisnis spa milik sang pacar yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) asli Desa Amed dan pernah diajak tinggal bersama di Wilayah Sanur, Denpasar.

“JEDY ini terbukti telah mempromosikan atau menawarkan bisnis spa padahal Visa yang dimiliki adalah Visa Kunjungan. Jadi yang bersangkutan telah melanggar Pasal 75 ayat (1) jo. Pasal 122 huruf a UndangUndang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” terang Hendra saat dikonfirmasi Rabu (27/3/2024).

BACA :  Pemerintah Godok Aturan Perlindungan Ojol, Ini Masukan Konkrit Ketua DPD RI

Berdasarkan sangkaan pasal, kata Hendra WNA tersebut langsung dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian dan penangkalan. JEDY pun telah dideportasi pihak Imigrasi Singaraja melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar pada Selasa (26/3/2024) malam dengan penerbangan Jetstar nomor penerbangan JQ 36 tujuan akhir Melbourne, Australia.

Hendra pun menegaskan bahwa pihaknya akan senantiasa senantiasa melaksanakan pengawasan terhadap aktivitas WNA yang berada di wilayah kerja Imigrasi Singaraja yakni Karangasem, Buleleng, dan Jembrana dengan berkolaborasi bersama instansi pemerintah terkait.

“Kami tidak ingin keberadaan WNA yang semestinya bermanfaat, malah membuat keresahan ataupun merugikan bagi perekonomian warga setempat. Untuk itu, kami harapkan keikutsertaan masyarakat dalam mengawasi aktivitas WNA yang ada di sekitarnya,” tegas Hendra.

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular