Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBulelengProses Hukum Oknum Perbekel Terlibat Narkoba Tetap Jalan

Proses Hukum Oknum Perbekel Terlibat Narkoba Tetap Jalan

BULELENG, balipuspanews.com – Proses hukum pria berinisial PW,33, yang terlibat penyalahgunaan narkoba dipastikan tetap berjalan. Hal tersebut ditegaskan secara langsung Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, Minggu (16/6/2024).

PW yang menjabat Perbekel di salah satu desa di Buleleng itu diamankan pihak kepolisian berawal dari adanya informasi
bahwa di Wilayah Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng marak terjadi peredaran gelap Narkotika.

Dari informasi tersebut, polisi langsung melakukan pengintaian Kamis (6/6/2024) sekitar pukul 14.00 WITA. Hasilnya, polisi langsung melakukan penggerebekan di rumah salah seorang warga berinisial MA. Dalam proses tersebut polisi mengamankan satu tersangka berinisial MS,34, sedangkan MA dan dua teman mereka melarikan diri.

Dari keterangan MS didapati jika dua orang yang kabur sebelumnya mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Setelah mengantongi identitas dua tersangka yang kabur, polisi lantas melakukan pengejaran terhadap dua orang tersangka yang diketahui berasal dari Desa Pengastulan. Akhirnya setelah sempat bersembunyi, dua tersangka yakni PW dan PS berhasil diamankan.

Dari tangan ketiga tersangka yang ditangkap di dua TKP berbeda, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah tabung kaca bening berisi residu diduga narkotika jenis sabu dengan berat total 1,34 Gram Brutto, sebuah plastik klip bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat total 0,19 Gram Brutto atau 0,02 Gram Netto, dan sebuah Bong (alat hisap sabu).

BACA :  Ratusan Peserta Didik Baru Spenas dan SMK Teknas Ikuti MPLS

“Pada intinya apa yang menjadi aturan kita akan lakukan secara prosedural, yang jelas ini merupakan komitmen kami memberantas peredaran gelap narkoba. Kalaupun nantinya dia (PW,red) mengajukan pernah di rehab atau pernah berobat silakan kami fasilitasi dan akomodir. Yang jelas kami menuntaskan berkas perkara sudah selesai sampai kami bawa ke pengadilan,” tegas Kapolres AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi.

Polisi bahkan mengaku tidak membatasi apa yang menjadi hak dari para tersangka untuk melakukan upaya-upaya pembelaan. Sebab ditegaskan jika polisi akan berjalan sesuai dengan aturan serta prosedural yang berlaku dalam kasus tersebut.

Kini akibat perbuatannya ketiga tersangka telah disangkakan dengan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dimana ketiganya terancam penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Miliar.

Selain pasal tersebut ketiganya disangkakan dengan pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar.

BACA :  BKKBN Wakili Indonesia Hadiri Forum Tahunan Partners in Population and Development di Dhaka

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular