Prosesi Ngeluur di Pura Dasar Bhuana Gelgel Klungkung Ditandai dengan Nuwek Bagia Pule Kerti

193
Ide Perande Jayja Mana Karya saat nuwek Bagia Pule Kerti tandai Penyineban Karya Agung di Pura Dasar Buana,Gelgel,Klungkung disaksikan Bupati Suwirta

SEMARAPURA,balipuspanews.com– Upacara penyineban  Karya Agung Mamungkah,Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih,Padudusan Agung,Tawur Panca Wali Krama,Mahayu Jagat,Marisuda Gumi lan Pedanan, Pengebek, penegteg jagat,piodalan, lan mapeselang di Pura dasar Buana,Gelgel, Klungkung  berlangsung Jumat ( 11/1/2019).

Prosesi ngeluur dihadiri bupati Klungkung Nyoman Suwirta beserta Nyonya Ayu Suwirta, Ide Dalem Semaraputra serta ribuan masyarakat Desa Pekraman Gelgel serta pamedek se- Bali.

Bendesa pakraman Gelgel Putu Gede Arimbawa menyebutkan, prosesi nyineb adalah rangkaian ke – 32 dari seluruh prosesi di pura yang dibangun salah satu dari tokoh Panca Tirta, Mpu Gana itu. Karya agung serupa sempat dihelat 500 tahun sebelumnya. Ritual ngeluur dipimpin tujuh sulinggih.

Jro Bendesa Pakraman Gelgel, Putu Gede Arimbawa usai pelaksanaan ngeluur menyampaikan ungkapan terimakasih kepada semua pihak termasuk bupati Klungkung yang dari awal hingga akhir mendukung proses agung tersebut.

“ Tujuan Karya besar pelaksanaan Karya Maha Agung ini adalah untuk kesejahteraan dan keselamatan umat Manusia. Bukan saja bagi masyarakat Desa Pekraman Gelgel. Tetapi, keseluruhan umat se- Bali untuk  selalu diberikan keselamatan dan kedamaian,”ujar Bendesa yang juga konsultan bangunan ini.

Sementara itu Bupati Klungkung Nyoman Suwirta  menyatakan apresiasi kepada seluruh masyarakat pengempon yang selama tiga bulan mempersiapkan  karya di Pura Dasar Bhuana,Gelgel,Klungkung ini.

“ Pelaksanaan Maha Karya Agung yang utama ini  dimana makna  tujuannya adalah pelaksanaan ritual terhadap alam dan segala isinya termasuk untuk Bali keseluruhan. Karena Karya Agung  di Pura dasar Buana,Gelgel,Klungkung ini dilaksanakan hampir 500 tahun yang lalu, baru bisa dilaksanakan hari saat ini. Kami dari pemerintah akan selalu mensupport pelaksanaan Karya seperti ini,”terang Bupati Suwirta.

Sementara itu Kordinator Upakara Karya  Dewa Ketut Soma menyebutkan, usai ngeluur dilanjutkan dengan upacara nuwek baga pule kerti dan panyegjeg gumi serta mendem pule kerti. Ritual ini dipimpin oleh  Jayja Mana Karya Ida Perande Gde Jumpung dan Ide Dalem Semaraputra.

Kemudian dilanjutkan dengan  ngeseng Pulekerti,Mejauman ,Ngayabin dan mendem Pule Kerti semuanya berjumlah 14 pule kerti dan 4 penyegeg gumi. ( roni)

 

Loading...