Selasa, Februari 27, 2024
BerandaKarangasemProsesi "Nunas" Ngaben Massal Geriana Kangin Dibayangi Kekhawatiran Gunung Meletus

Prosesi “Nunas” Ngaben Massal Geriana Kangin Dibayangi Kekhawatiran Gunung Meletus

Karangasem, balipuspanews.com – Prosesi “Nunas” atau menjemput sang roh yang sudah meninggal untuk di asben pada Ngaben massal di Banjar Geriana Kangin, Kecamatan Selat diwarnai Kekhawatiran warga akan gunung meletus.

Kekhawatiran ini lantaran Geriana Kangin sendiri masih zona bahaya II dengan jarak sekitar 10 km dari kawah Gunung Agung. Saat terjaadi letusan 2 Juli lalu warga sempat berhamburan keluar.

Mereka juga was was karena sedang melakukan persiapan Ngaben. Mereka khawatir kalau Gunung Agung erupsi besar dan warga di minta mengungsi.

Baca Juga: Hujan Abu, Warga Pesaban Khusuk “Mapiuning” Ngaben Massal

Selain itu, kekhawatiran ini dipicu lantaran pada awal Gunung Agung meletus warga Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat ini sempat di evakuasi dan minta desa dikosongkan karena saat itu Gunung Agung ada pada level IV. sementara saat hujan pasir dua hari lalu Geriana kangin juga terpapar.

Seperti diketahui prosesi yang  dilakukan pada Pura Dalem Geriana Kangin.

Ngaben masal kali ini merupakan ngaben gabungan dari beberapa banjar adat di Geriana Kangin dengan jumlah sebanyak  45 sawa. Selain Ngaben juga dilalukan upacara Ngelunggah, Ngeroras dan juga mendak nuntun.

BACA :  Ucapkan Selamat Galungan, Kuningan dan Nyepi, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika Ajak Masyarakat Mulat Sarira

Sementara itu prosesi Nunas dilakukan dengan mepeed dari Banjar Geriana Kangin menuju Pura Dalem dengan jarak sekitar 500 meter dengan berjalan kaki. Ini dilakukan mulai pukul 13.00 wita.

Ratusan Puspa atau sekah yang nantinya untuk nunas sang roh diarak dari Balai Banjar menuju Pura Dalem dengan diiringi gambelan Bale Ganjur.

Ngaben massal kali ini adalah yang kedua kali dilaksanakan Desa adat Geriana Kangin. Kedepan direncanakan Ngaben masal akan digelar setiap lima tahun sekali.

 

Menurut Ketua Panpel yang juga kelian banjar Geriana Kangin Nyoman Merta, Ngeben massal ini dilakukan untuk membantu warga yang tidak mampu. Karena Ngaben sendiri memerlukan biaya cukup besar.

Apalagi dilaksanakan di rumah masing masing bisa menalan biaya sampai Rp 100 juta. dengan dilaksanakan di Banjar secara bersama sama maka biaya bisa ditekan dementara proses Ngaben bisa dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Cara ini jelas mengirit biaya namun tetap tidak mengurangi makna Ngaben itu sendiri,” ujarnya.

Sementara puncak Ngaben sendiri akan dilakukan 17 Juli mendatang. Sedangkan persiapan awal dimulai 20 Juni lalu dengan diawali Nancep Tetaring.

BACA :  Sampaikan Ucapan Selamat Galungan, Kuningan dan Nyepi, Bupati Gede Dana dan Wabub Artha Dipa Mengajak Masyarakat Memegang Teguh Tradisi dan Kearifan Lokal

.Sementara prosesi membersih akan dilakukan 16 Juli. Untuk prosesi Nunas kemain juga dilakukan prosesi nundunin di Setra tempat penguburan. (Suar/bpn/tim)

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular