Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Bali Jembrana Proyek Pusat Kuliner Molor

Proyek Pusat Kuliner Molor

NEGARA,balipuspanews.com- Target pengerjaan pusat kuliner dilahan bekas terminal Gilimanuk selesai Sabtu (14/12) sesuai kontrak meleset.

Proyek yang menelan anggaran Rp.4,6 miliar yang digarap CV Lumbung Suadana itu belum selesai dikerjakan.

Proyek penataan bekas terminal Gilimanuk itu menggunakan APBD Jembrana dengan pagu anggaran Rp 6,5 miliar. Setelah tender pengerjaanya dimenangkan, CV. Lumbung Suadan, yang mengajukan menawar Rp 4,6 miliar.

Penandatanganan surat perintah kerja (SPK) 17 Juni 2019 dengan lama waktu pengerjaan 180 hari atau sudah harus selesai 14 Desember. Tetapi kenyataanya pengerjaan proyek tersebut tidak selesai tepat waktu.

Hingga Minggu siang, alat berat masih bekerja untuk meratakan agregat di areal parker. Padahal areal parker itu semestinya sudah selesai diaspal. Selain itu beberapa bangunan disisi selatan juga masih belum dikerjakan dan baru sebatas pondasi.

Bangunan lainnya juga masih dikerjakan dan beberapa sanana pendukung seperti permainan anak-anak, penanaman pohon dan lainya juga belum dilakukan.

Dengan molornya proyek penataan bekas terminal Gilimanuk yang berada dibawah satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Pemkab Jembrana, maka pedagang yang sebelumnya digusur juga belum bisa kembali berjualan disana.

Kepala Bidang Cipta Karya Pada Dinas PUPRPKP I Ketut Antara,ketika dikonfirmasi wartawan justru mengaku kalau proyek tersebut sudah selesai pada Sabtu 14 Desember.

Tetapi ketika disampaikan kalau pegerjaan proyek itu masih berlangsung Antara yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) penataan eks terminal Gilimanuk mengatakan akan meminta pengawas untuk melihat ke lokasi.

Rekanan tidak diberi penambahan waktu, sehingga pengerjaannya dikebut dengan lembur agar bisa selesai.

“Kami sudah mengingatkan rekanan agar segera selesai, karena seharus pengerjaan seleqai Sabtu. Kami akan minta laporan dari pengawas terhadap pengejraan proyek itu. Sementara itu Kadis PUPRPKP, I Wayan Darwin, belum bisa dikonfirmasi, dihubungi telponya tidak diangkat. Namun saat Bupati jembrana I Putu Artha melakukan sidak ke proyek tersebut pada Jumat (15/11) menyampaikan pengerjaan pusat kuliner di bekas terminal Gilimanuk optimis selesai tepat waktu. (nm/bpn/tim)

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of