PTM di Buleleng Tunggu SE Gubernur

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa (dok)
Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa (dok)

BULELENG, balipuspanews.com – Meski telah dinyatakan turun level, persoalan kapan dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Buleleng masih belum mendapatkan kepastian jelas. Sebab saat ini untuk melakukan penerapan PTM secara terbatas Pemerintah Kabupaten Buleleng masih menunggu Surat Edaran (SE) terbaru dari Gubernur Bali.

Sekertaris Daerah Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa mengatakan bahwa beberapa hari sebelumnya usai terbit Instruksi Menteri Dalam Negeri (IMENDAGRI) Nomor 42 Tahun 2021 pihaknya telah melakukan rapat bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Buleleng soal pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Pada rapat tersebut Suyasa telah menyampaikan kepada Kadisdikpora agar mulai menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan PTM tersebut.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Kadisdikpora agar menyiapkan diri sambil menunggu keputusan dari gubernur. Biasanya abis IMENDAGRI ada SE gubernur,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari sebelumnya.

Lanjut ditambahkan Suyasa, jika nantinya SE Gubernur telah dikeluarkan maka untuk pelaksanaan PTM terbatas atau tidak pihaknya bersama Disdikpora Kabupaten Buleleng telah mempersiapkan masing-masing sekolah yang ada.

Bahkan jika PTM bisa dimulai nantinya setiap sekolah diperbolehkan hanya hanya 50 persen yang hadir sehingga dengan skema itu setiap kelas akan bersekolah dua hari sekali secara bergiliran.

“Karena terbatas belum bisa penuh, jadi bisa anak-anak sekolahnya 2 hari sekali, sekarang sekolah setengah besoknya setengahnya lagi, lusa setengah lagi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, apabila nantinya PTM bisa diadakan pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan ditekankan agar sesuai Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan

pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen), kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 62% (enam puluh dua persen) sampai dengan 100% (seratus persen) dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas dan PAUD maksimal 33% (tiga puluh tiga persen) dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas.

“Dalam IMENDAGRI itu juga menugaskan agar mengikuti edaran SKB Menteri Pendidikan penekanannya pada menjalankan PTM secara masing-masing satuan pendidikan,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan