PTM Dimulai, Siswa Rindu Lingkungan Sekolah

Suasana PTM di SMP PGRI 5 Denpasar
Suasana PTM di SMP PGRI 5 Denpasar

DENPASAR, balipuspanews.com – Setelah satu setengah tahun siswa belajar secara daring (dalam jaringan) akibat dampak pandemi Covid-19, tentu menyisakan kerinduan bagi siswa untuk melaksanakan belajar tatap muka dan rindu akan lingkungan sekolah.

Setelah adanya kebijakan dari Pemerintah Kota Denpasar terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Jumat (1/10/2021), SMP PGRI 5 Denpasar mencoba melaksanakan PTM secara terbatas dengan diawali dari dua kelas dengan dua shift.

Diselenggarakannya PTM di SMP PRGI 5 Denpasar ini, tentu melalui beberapa tahapan dan persiapan yang matang dan adanya kesepakatan dari orangtua siswa dengan melampirkan surat pernyataan.

Kepala SMP PGRI 5 Denpasar I Made Radita Berata, S.Pd, menyambut baik PTM dapat terselenggara dengan baik dengan protokol kesehatan secara ketat untuk memberikan kenyamanan bagi siswa agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 yaitu klaster PTM.

“Kami rasa seluruh siswa di Denpasar bahkan nusantara merasa rindu akan lingkungan sekolah tempat menimba ilmu pengetahuan. Hampir dua tahun belajar mengikuti pelajaran dalam jaringan,” kata Radita disela peninjauan ke ruang kelas saat PTM berlangsung.

Prokes, kata Radita, mulai diterapkan dari awal datangnya siswa dengan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, menggunakan double masker hingga sampai di ruang kelas kembali dicek suhu tubuh siswa untuk memastikan kesehatan siswa yang disambut guru mata pelajaran untuk mengikuti PTM di ruang kelas.

Masih kata Radita, ketika siswa pulang sekolah kembali dicek suhu tubuhnya sebagai bentuk kontrolisasi bahwa kesehatan siswa benar-benar terjaga.

Radita menambahkan, dirinya tak mau gegabah dalam pelaksanaan PTM ini. Kendati diberikan kesempatan untuk melaksanakan PTM dengan 50 persen dari jumlah siswa yang ada, namun dirinya hanya memberlakukan hanya dua kelas saja. Selanjutnya, setelah ada perkembangan maka secara berangsur kalau tidak ada kendala akan ditambah jumlah kelas untuk melaksanakan PTM.

“Kami berharap mudah-mudahan pelaksanaan PTM berjalan sesuai harapan kita bersama. Situasi pulih kembali pembelajaran tatap muka dapat berlangsung secara menyeluruh seperti sediakala,” pungkas Radita berharap.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang P.SMP kota Denpasar Drs. Anak Agung Gede Wiratama, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada SMP PGRI 5 Denpasar sudah melengkapi standarisasi sesuai dengan SKB 4 Menteri. Begitu pula pelaksanaan PTM terbatas benar-benar mengedepankan keselamatan dengan prokes yang sangat ketat.

“Kami sangat terkesan di SMP PGRI 5 Denpasar anak-anak senang mengikuti pembelajaran tatap muka pertama walaupun belajar dengan sistem shift. Siswa dapat berinteraksi dengan teman belajar maupun kepada guru,” kata Wiratama dalam monitoring di sekolah setempat.

Pihaknya berharap kepada orang tua dan guru tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat sehingga pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Menurutnya, situasi seperti ini yang terpenting dalam adalah bangkit dan belajar berinteraksi dengan teman sesuai protokol kesehatan.

“Sebetulnya klaster PTM tidak ada, kami imbau kepada orang tua setelah menjemput anak-anak jangan diajak singgah ke pasar, ke warung, ke mall agar tidak terjadi penyebaran virus yang menjadi kekhawatiran. Kami selalu pantau melalui Satpol PP, Dinas Perhubungan untuk membantu memantau anak sepulang dari sekolah,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan