Jumat, Juni 21, 2024
BerandaNewsPujawali di Pura Kerta Buana Polres Tabanan Digelar dengan Prokes Ketat

Pujawali di Pura Kerta Buana Polres Tabanan Digelar dengan Prokes Ketat

TABANAN, balipuspanews.com – Bertepatan dengan rahina Anggara Keliwon wuku Kulantir dan Purnama Kapat, Selasa (21/9/2021) berlangsung karya pujawali di Pura Kerta Buana Polres Tabanan. Pura ini diempon dan disungsung oleh anggota Polres Tabanan yang beragama Hindu.

Dalam pelaksanaan pujawali tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pada saat persembahyangan, umat dibatasi dan pelaksanaan diatur secara bertahap atau bergantian, yang telah selesai melaksanakan persembahyangan.

Persembahyangannya sendiri dihadiri Kapolres Tabanan AKPB Ranepli Dian Candra SIK., MH., didampingi Waka Kompol I Ketut Gelgel S.Sos. Selain juga semua PJU Polres Tabanan yang beragama Hindu.

Rangkaian prosesi pada puncak pujawali diawali dengan ngaturang upakara Penyapsap (pebersihan) secara sekala. Kemudian dilanjutkan upacara Pemendak yang pelaksanaannya secara simbolis Ide Betara dipendak di jalan Pahlawan.

Selanjutnya digelar ngebejiang dan ngunggahang. Prosesi ini dipimpin oleh Jero Mangku Gede Budana. Sedangkan untuk puncak pujawali (petirtan) dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Jelijih, Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan.

Pada kesempatan tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kabag SDM yang selaku Ketua Panitia Pujawali mengatakan bahwa persembahyangan ini dilaksanakan bertujuan untuk memohon keselamatan lahir bathin kehadapan Ide Hyang Widi Wasa.

BACA :  Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, Wabup Suiasa Ajak Atasi Stunting di Kabupaten Badung

Harapannya agar semua anggota keluarga besar Polres Tabanan diberikan tuntunan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan termasuk didalam melaksanakan tugas.

“Kegiatan ini juga salah satu pembinaan mertal spiritual anggota guna meningkatkan srada bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ide Hyang Widi Wasa). Untuk saat ini pelaksanaannya sedikit berbeda ada pembatasan dan persembahyangan dilaksanakan secara bergantian karena masih dalam pandemi Covid-19. Semua ini semata untuk mencegah terjadinya kerumunan,” terangnya mengakhiri.

Penulis : Ngurah Arthadana 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular