Pulang Dari Kapal Pesiar Akibat Pandemi Covid-19, Pria Asal Yehkuning Jembrana Ini Geluti Usaha Sayur

Tanaman sayuran organik
Tanaman sayuran organik

NEGARA, balipuspanews.com – Bekerja di kapal pesiar memang menjadi cita-cita banyak orang untuk bisa meningkatkan perekonomiannya. Namun akibat pandemi Covid-19 pekerja kapal pesiar terpaksa dipulangkan.

Nasib seperti itu juga dialami I Gusti Made Arjana, 42, warga Banjar Tengah, Desa Yehkuning, Jembrana. Arjana yang saat bekerja di kapal pesiar sebagai waiter itu tidak mau tinggal diam. Untuk mengisi waktu sambil menunggu pandemi Covid-19 berakhir dan bisa kembali bekerja di kapal pesiar, Arjana mulai Mei 2020 lalu memilih menanam sayuran organik.

“Saya pulang dari berlayar karena pandemi Covid-19. Daripada diam dirumah maka untuk mengisi waktu saya menanam sayuran, selain karena hobi juga bisa untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Awalnya Arjana hanya menanam sayuran di pekarangan rumahnya untuk di konsumsi sendiri. Namun setelah di upload di media sosial ternyata banyak teman-temannya yang bertanya dan ada yang langsung datang. Melihat peluang itu Arjana lalu memperluas penanaman sayuran kebun miliknya sendiri.

Sayuran yang ditanam juga bervariasi seperti kangkung cabut, bayam hijau, bayam merah, sawi pagoda, sawi hibrida, terong, tomat, kacang panjang, pare, pokcay, kemangi, tomat ceri, selada keriting, selada butterhead, beet, radish, sawi putih, cabe rawit, Okra, terong ungu, terong manis, terong bulat. Semua sayuran itu ada yang ditaman di bedeng dan ada juga yang mengunakan polybag.

“Untuk memperluas penanaman sayuran ini modalnya pinjaman dari bank. Semua sayuran tanpa menggunakan zat kimia hanya menggunakan pupuk kotoran ayam,” ungkapnya.

Semakin hari, semakin banyak konsumen yang ingin membeli sayuran hasil produksinya. Banyaknya pembeli membuat Arjana kewalahan memenuhinya.

“Orderan yang masuk banyak, semakin hari semakin banyak pelanggannya sampai sekarang saya kewalahan. Pembeli memilih sayuran saya karena segar dan tidak mengunakan pupuk atau bahan kimia,” terangnya.

Penulis : Anom Suardana

Editor : Oka Suryawan