Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Denpasar Pulihkan Ekonomi dan Pariwisata Bali, Gubernur Ajukan Ini ke Presiden

Pulihkan Ekonomi dan Pariwisata Bali, Gubernur Ajukan Ini ke Presiden

DENPASAR, balipuspanews.com – Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio bersama Gubernur Bali Wayan Koster berupaya mencari formula untuk memulihkan ekonomi dan pariwisata Bali akibat pandemi Covid-19 dengan mengajukan beberapa usulan kebijakan spasial darurat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Rabu (14/10).

Rapat juga melibatkan pimpinan asosiasi, pimpinan perbankan, dan pelaku usaha. Acara ini dipimpin oleh Gubernur Bali Wayan Koster dalam rangka membahas dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali berupa pinjaman lunak kepada pengusaha Bali yang terdampak Covid-19.

Gubernur Bali melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia 8 skema.

Skema Pertama, pinjaman lunak (soft loan) modal kerja kepada pengusaha  di sektor pariwisata dan pendukung  pariwisata di Bali sebesar  Rp 9.490.250.000.000  atau 7% (kurs Rp 14.500) dari kontribusi devisa Bali.

Kedua, pinjaman ini melalui  skema PEN untuk korporasi di perluas dengan merevisi Peraturan OJK No 11 Tahun 2020.

Ketiga, jangka waktu pinjaman selama maksimal  10 tahun, dengan grace period selama 2 tahun.

Keempat, suku bunga rendah/tanpa suku bunga.

Kelima, alokasi pinjaman lunak ke pengusaha berdasarkan kontribusi pengusaha terhadap pajak (PHR, PPN, Pajak Hiburan) di tahun 2019.

Keenam, mekanisme penyaluran melalui perbankan di bawah koordinasi OJK dengan mem perhatikan aspek kehati-hatian.

Ketujuh, asesmen kelayakan pemberian kredit didasarkan atas kinerja perusahaan dan kolektibilitas 1 & 2 di tahun 2019.

Kedelapan, penjaminan Kredit Korporasi dari Pemerintah.

Pinjaman korporasi dari pemerintah, pinjaman lunak kepada pengusaha Bali diharapkan dapat bermanfaat bagi pengusaha untuk dapat bertahan pada masa pandemi dan upaya peningkatan daya saing Bali pascacovid-19.

Selain itu, Gubernur Koster juga memaparkan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dan Bali. Pada tahun 2019,  kontribusi pariwisata terhadap  PDB Indonesia mencapai 5,5%. Dari total penerimaan devisa pariwisata nasional, 55,36% dikontribusikan oleh Provinsi Bali.

Sebagai provinsi yang perekonomiannya ditopang oleh sektor pariwisata, secara spasial Bali mengalami kontraksi terdalam  pada triwulan  II 2020.

Penurunan  kunjungan wisatawan telah berdampak pada penutupan hotel, restoran serta perusahaan pendukung pariwisata lainnya.
Hal ini juga  diikuti  dengan  PHK dan unpaid leave sejumlah pekerja. Kerugian penerimaan devisa akibat Covid-19 diperkirakan mencapai Rp 108 triliun per tahun.

Gubernur juga menyebut ekonomi Bali sudah mengalami kontraksi dalam 2 triwulan terakhir. Pada triwulan I 2020, ekonomi Bali tumbuh -1,14% (yoy) pada triwulan II 2020, ekonomi Bali semakin mengalami kontraksi yang dalam, yaitu -10,98% (yoy).

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan program pemulihan pariwisata, termasuk dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun.

Tujuan utama dari hibah pariwisata ini adalah membantu pemda serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gangguan finansial serta recovery penurunan pendapatan asli daerah (PAD) akibat pandemi covid-19 dengan jangka waktu pelaksanaan hingga Desember 2020.

Adapun kriteria penerima dana hibah di antaranya PHPR minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019, 10 destinasi super prioritas (DPP), 5 destinasi pariwisata prioritas (DSP), destinasi branding dan 100 COE (calender of events).

Dana hibah yang diberikan kepada pemerintah daerah dibagi dengan imbangan 70 persen dialokasikan untuk bantuan langsung kepada industri hotel dan restoran.
Namun,  sejumlah  kebijakan yang  ada  belum  dapat sepenuhnya  menjawab tantangan industri pariwisata di Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyampaikan, diperlukan adanya kebijakan spasial dalam membangkitkan kembali pariwisata.

Mekanisme  ini juga diharapkan dapat berdampak positif bagi pemulihan ekonomi Bali mengingat besarnya multiplier effect sektor pariwisata bagi sektor lainnya, serta bagi perekonomian Bali secara luas.

Terlebih, mekanisme ini diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan pariwisata nasional, mengingat besarnya peranan Bali terhadap pariwisata nasional.

Penulis/editor: Budiarta

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of