Pulihkan Ekosistem Mangrove Kawasan Tanjung Budaya, Ratusan Pohon Mangrove Ditanam

Proses penanaman ratusan pohon mangrove yang dilaksanakan di Kawasan Tanjung Budaya, Kecamatan Grogak
Proses penanama ratusan pohon mangrove yang dilaksanakan di Kawasan Tanjung Budaya, Kecamatan Grogak

BULELENG, balipuspanews.com– Ratusan tanaman bakau ditanam untuk memulihkan lingkungan di wilayah barat Kabupaten Buleleng tepatnya di pantai Tanjung Budaya yang dimana lokasi tersebut pusat penyelenggaraan Pemuteran Bay Festival yang digelar setiap tahunnya.

Kegiatan ini dilakukan Karang Taruna Putra Sesana Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak bersama Yowana Stithi Aji Dharma Desa Adat Pemuteran. Muda dan mudi Desa Pemuteran melakukan kegiatan positif dengan penanaman pohon bakau (mangrove). Sebagai bentuk kepedulian mereka dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem laut.

Ketua Karang Taruna Sesana Desa Pemuteran Kadek Agus Septi Artawan didampingi dengan Putu Adi Suartawan selaku Ketua Yowana Stithi Aji Dharma mengatakan kontribusi nyata pemuda desa Pemuteran di Hari Sumpah Pemuda salah satunya berorientasi pada pemulihan lingkungan, dengan penanaman bakau atau yang sering disebut juga mangrove. Apalagi beradaan ekosistem mangrove terbilang cukup penting khususnya bagi kawasan pesisir seperti Desa Pemuteran yang mengandalkan pariwisata.

“Ekosistem mangrove memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan. Selain itu peran lainnya sebagai benteng pertahanan terhadap resiko bencana maupun sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata,”jelasnya, Kamis (29/10/2020).

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, nantinya tanaman bakau berfungsi utama sebagai pencegahan abrasi dan erosi (pengikisan tanah) di kawasan pantai. Ekosistem mangrove juga menjadi tempat hidup biota laut dan satwa-satwa disekitar areal tersebut. Saat ini sudah banyak lembaga dan elemen masyarakat yang turut serta dalam kegiatan menanam mangrove. Tujuannya tak lain untuk memperbaiki lahan dan wilayah kawasan pesisir yang rusak agar ekosistem terjaga dan penghijauan kembali.

“Kami malu, jika ada tamu yang bertanya berkunjung ke Pemuteran. Tanaman bakau semakin banyak yang hilang dan mati. Apalagi di lokasi Tanjung Budaya yang dulunya banyak tanam bakau hidup,”terangnya.

Lebih jauh disebutkan bahwa sebanyak 200 pohon mangrove ditanam dengan melibatkan Desa Dinas, Desa Adat, BPD, LPD, Bumdes, LPM, Pokdarwis dan kelompok nelayan setempat.
Terkait pola tanam, teknik perawatan dan pemeliharaan. Setelah kegiatan ini pihaknya akan lakukan secara berkelanjutan bersama pemuda-pemudi Desa Pemuteran sebagai konsep belajar bersama dan ngayah bersama. Maka nantinya setiap bibit mangrove yang ditanam nantinya akan dilihat perkembangan seminggu dua kali oleh pemuda desa. Artinya dilakukan pengawasan secara berkelanjutan.

“Harapannya gerakan penanaman bakau kembali kawasan pantai Tanjung Budaya Pemuteran. Tidak hanya dilakukan saat ini semata. Melainkan tumbuh kesadaran pemuda untuk merawat setiap bibit mangrove yang ditanam,”tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan