Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Bali Buleleng Puluhan Hektar Sawah di Buleleng Mengalami Gagal Panen, Ini Penyebabnya

Puluhan Hektar Sawah di Buleleng Mengalami Gagal Panen, Ini Penyebabnya

BULELENG, balipuspanews.com – Berdasarkan data dari Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, setidaknya ada 40 hektar sawah di kecamatan Sawan dan Buleleng mengalami gagal panen, karena tidak kebagian air. Dampak musim kemarau begitu berpengaruh melanda wilayah Kabupaten Buleleng, hingga membuat sebagian areal pertanian mengalami gagal panen yang berimbas pada penurunan komoditas pertanian.

Kepala Distan Buleleng, Made Sumiarta mengatakan bahwa gagal panen ini terjadi akibat sejumlah subak mengalami krisis air, sehingga padi-padi yang telah ditanam mati kekeringan. Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada petani, untuk menghindari menanam padi ketika musim kemarau.

“Kami sudah berikan sosialiasi ke petani, agar mengatur pola tanam. Jangan tanam padi kalau krisis air, sehingga diharapkan bisa menanam tanaman pengganti selain padi, agar mampu bertahan memproduksi hasil pertanian,” ujarnya beberapa hari lalu.

Lanjut Sumiarta menguraikan ada beberapa tanaman pengganti selain padi, petani diminta agar menanam tanaman seperti kedelai atau jagung. Tapi tidak sedikit para petani mengambil risiko, dengan tetap menanam padi.

“Kami tidak menyalahkan petani. Tanam padi sebenarnya dilakukan 3 bulan lalu, dan September ini harusnya sudah panen. Tapi karena kondisi cuaca seperti ini, air jadi krisis,” ujarnya.

Tak hanya itu sebanyak 50 hektare areal sawah yang tanaman padi mengalami gagal panen itu tersebar di 8 subak. Yakni, di Subak Lanyahan dan Subak Babakan yang ada di Desa Sawan, Subak Babakan dan Subak Lanyahan di Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Subak Babakan di Desa Menyali, Kecamatan Sawan.

Kemudian, Subak Sidayu yang di Kelurahan Penarukan, Buleleng. Subak Anyar Tegal do Desa Jinengdalem, Buleleng. Dan Subak Anyar, Desa Padang Keling, Buleleng. Meski demikian, hal ini diyakini tidak akan mempengaruhi produksi beras yang ada di Buleleng. Pasalnya, luas lahan pertanian yang ada di Buleleng mencapai 9.587 hektar. Dan per hektarnya mampu memproduksi gabah sebanyak 5 ton hingga 6 ton.

“Mudah-mudahan gagal panem ini tidak meluas. Dari segi produksi, kami optimis masih bisa surplus karena ditopang oleh subak lain,” harap Sumiarta.

Sejauh ini, Distan Buleleng tetap berupaya untuk bisa memberikan bantuan berupa peminjaman mesin pompa air kepada kelompok-kelompok subak ditengah musim kemarau. Bantuan ini untuk bisa mengairi tanaman agar gagal panen yang terjadi di Buleleng tidak mencapai 100 persen.

Selain itu Sumiarta juga tidak memungkiri, selama pandemi Covid-19 ini anggaran yang dimiliki oleh Distan Buleleng direfocusing. Sehingga bantuan yang diberikan kepada para petani, berupa benih padi tidak begitu optimal.

“Kami masih mendata yang terdampak. Sehingga hasilnya direkap agar diberikan bantuan di tahun 2021. Selain itu kami mendorong petani agar mengikut program asuransi,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of