Senin, Juni 17, 2024
BerandaKarangasemPuluhan Ibu Hamil di Desa Bebandem Diberikan Pemahaman Siklus Emas Cegah Stunting

Puluhan Ibu Hamil di Desa Bebandem Diberikan Pemahaman Siklus Emas Cegah Stunting

KARANGASEM, balipuspanews.com– BKKBN Provinsi Bali sosialisasikan tentang internalisasi pengasuhan balita dalam rangka percepatan penurunan stunting kepada puluhan ibu hamil di Desa Bebandem, Karangasem, Sabtu (17/12/2022).

Para ibu hamil tersebut diberikan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan atau yang disebut juga siklus emas.

Disebutkan, siklus emas tersebut mulai dari 270 hari kehamilan dan 730 hari sejak lahir hingga berusia 2 tahun, disebut siklus emas karena dalam periode ini yang menentukan agar tidak stunting.

“Oleh karena itu 1000 hari pertama kehidupan sangat penting, saat ibu hamil perlu memperhatikan gizi begitu juga saat lahir,” ujar Koordinator Bidang KSPK, BKKBN Provinsi Bali, Ketut Aryana Gupta dalam sosialisasi yang berlangsung di aula kantor Desa Bebandem tersebut.

Lanjutnya, bagi ibu hamil agar menghindari 4 T (telalu) diantaranya jangan kawin terlalu muda, karena sel sel belum siap, usia kawin yang ideal yaitu 21 tahun hingga 35 tahun. Jangan terlalu tua karena anak yang nantinya lahir berpotensi stunting, Jangan sering hamil dan jangan terlalu cepat hamil.

BACA :  Cerita Kepahlawanan Gusti Ngurah Rai Menjadi Spirit Peed Aya Duta Badung di Pembukaan PKB

“Stunting tidak bisa diobati tapi bisa dicegah. Pencegahan mulai sebelum pernikahan, mempersiapkan gizi yang baik, mari cegah stunting dari hulu, dari remaja,” imbuhnya.

Diakhir kegiatan, anggota komisi IX DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana yang juga hadir menjadi narasumber melakukan diskusi santai dengan ibu – ibu hamil seputar pengetahuan tentang pencegahan stunting yang ditutup dengan penyerahan puluhan paket makanan tambahan untuk mencegah stunting bagi ibu hamil.

Penulis : Gede Suartawan
Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular