Head of Grab Bali Grab Indonesia,Halim Wijaya (kanan)

KUTA, balipuspanews.com -Terkait sempat terjadi insiden pengemudi yang tergabung dalam aplikasi Grab di Denpasar sempat seruduk kantor aplikasi ini di Jalan Gatsu, Denpasar belum lama ini. Kedatangan para driver tersebut pada saat itu, guna mendesak manajemen membuat keputusan saling menguntungkan. Bahwasanya, driver Grab menilai sistem yang diberlakukan sekarang khususnya bagi Grab Ride dirasa menindasnya.

Menangapi hal tersebut Head of Grab Bali Grab Indonesia,Halim Wijaya, Kamis,(13/2) di Kuta, Badung menyampaikan, pada saat itu hanya ada beberapa sekelompok draver menyampaikan aspirasi saja. Serta telah diselesaikan, disepakati secara bersama dan baik-baik.

“Hanya menyampaikan aspirasi dan beberapa permintaan. Yang mana, pada pertemuan yang ke2 sudah selesai dan telah disepakati bersama. Saya pikir semuanya sudah baik-baik saja,” katanya.

Sebenarnya pada saat itu ada beberapa sekelompok pengemudi yang menyampaikan aspirasi pada tanggal 10 Januari 2020. Akan tetapi, kami terima dengan baik.

“Ada beberapa misskomunikasi terkait dengan permintaan-permintaan dari mereka (Driver).Jadi dalam artian, tidak ada yang tidak kami selesaikan. Menurut saya dari permintaan para driver juga cukup wajar-wajar saja,” jelasnya.

Pada tanggal 13 kami melakukan pertemuan yang ke 2, dan beberapa hal akhirnya di request atau diminta.Yang akhirnya disepakati, ada beberapa kesepakatan. Dan kembali saya katakan, semua telah berakhir dengan baik-baik. (Gung/BPN/tim)