sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Kegiatan Pekan Olah raga Kecamatan (Porcam) Mendoyo tertimpa musibah. Pasalnya, puluhan orang warga desa Mendoyo Dauh Tukad yang ikut Porcam diduga mengalami keracunan, bahkan satu orang meninggal dunia.

informasi yang dihimpun sejak Porcam mulai digelar Minggu (14/7), panitia memesan nasi bungkus dari satu tempat. nasi bungkus yang berisi lauk saur, telur ayam, daging ayam sisit dan mie itu kemudian dimakan oleh atlet atau official dan tidak mengalami masalah.

Begitu juga, pada Senin (15/7) mereka  yang memakan juga tidak mengalami gangguan. begitupula pada Selasa (16/7), dan Rabu (17/7) usai makan tidak ada masalah. namun Warga baru merasakan reaksi mulai pada Kamis (7/19) dan di antaranya dilarikan ke puskesmas dan RSU.  sebanyak 37 orang yang  keracunan yang sebagian besar ibu rumah tangga itu kemudian dilarikan ke Puskesmas sebanyak 29 orang. 5 warga di RSU Negara dan satu orang di RS Bunda. setelah ditangani di Puskesmas I Mendoyo masih tersisa 9 orang yang dirawat, di RSU Negara satu orang dan di RSU Bunda satu orang.

Selain peserta lomba tarik tambang dan futsal, sejumlah warga dan perangkat desa juga banyak yang tumbang dan dirawat dengan gejala yang sama. .

Perbekel Mendoyo Dauh Tukad, I Gusti Putu Edi Ediana Jumat (18/7) membenarkan puluhan warganya mengalami gejala seperti keracunan.

“Saya juga sempat merasa sakit perut tetapi tidak terlalu. Sebagian besar memang yang datang saat Porcam,” ujarnya. Menurutnya ada 28 orang yang sempat dirawat di Puskesmas dan RSU. Tetapi sebagian besar sudah dipulangkan. Sedangkan satu orang korban dugaan keracunan lagi, yakni Ni Putu Suardaniasih, 34, asal Banjar Ngoneng yang meninggal dunia tidak mendapatkan perawatan medis. Korban diberikan obat oleh orangtuanya yang merupakan seorang Balian (orang pintar di Bali).

“Setelah dirawat itu sempat sembuh (Suardaniasih) Bahkan bisa kemana-mana dan main futsal lagi. Entah bagaimana Kamis malam  ada kabar meninggal dunia,” ucapnya.

Ediana mengaku tidak mengetahui persis namun dari pihak Dinas Kesehatan dan kepolisian sudah melakukan penelusuran. memang mereka mengkonsumsi nasi bungkus  dan minuman mineral. Tetapi apakah memang itu penyebabnya pihaknya menyerahkan ke pihak yang berwajib.

“Kami sudah  menginstruksikan klian dan perangkat desa untuk mendata dan menjemput bola warga-warga yang datang ke acara,” ujarnya.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Made Karsa dikonfirmasi terpisah membenarkan dugaan keracunan warga di desa Mendoyo Dauh Tukad itu. Menurutnya pihaknya masih melakukan penyelidikan atas dugaan keracunan tersebut.

sementara itu Kadis Kesehatan Pemkb Jembrana Putu Suasta, ketik dikonfirmasi mengatakan setelah korban ditangani di fasilitas kesehatan, pihaknya lalu melakukan  penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui kronologis kasus, jumlah korban, sumber makanan yang patut dicurigai menjadi penyebab, menemukan sampel makanan atau bahan makanan, muntahan untuk pemeriksaan lab  denga berkoordinasi lintas sektor terkait.

”Selanjutnya melakukan antisipasi peningkatan keluhan dan dampak, sosial psikologis baik pada korban, penyedia pangan dan pihak yang terkait dan juga memantau perkembangan kasus dan mengantisipasinya,” ungkapnya.(nm/bpn/tim)