Puluhan Pegawai Eks K2 Gigit Jari ikuti P3K

953
Kabid Data, Pengadaan, dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung Ni Made Sulistiawati didampingi stafnya
Kabid Data, Pengadaan, dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung Ni Made Sulistiawati didampingi stafnya

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Puluhan pegawai eks K2 gigit jari , tidak dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K), kondisi ini disebabkan karena penerimaan P3K diprioritaskan kepada formasi tenaga fungsional kesehatan, fungsional Guru dan penyuluh pertanian.

Sementara di Klungkung pegawai Eks K2 sebagian besar merupakan tenaga teknis. Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja merekrut sejak 10 pebruari 2019 hingga tanggal 16 Pebruari 2019 yang akan datang.

Karena kondisi ini salah Seorang penyuluh pertanian KLungkung Nyoman Suryadarma ditemui yang mengaku sudah mengabdi sejak 2009 sampai saat ini belum diangkat. Dengan keluarnya SK Menpan yang baru menurutnya dirinya malah kesulitan ikut mendaftar untuk ikuti Program P3K ini. Menurutnya seperti dirinya yang sudah berusia diatas 35 tahun terhambat ikut direkrut. Karena kondisi ini dirinya merasa diperkakukan kurang adil oleh sitem ini.

Menyikapi Kondisi ini Kabid Data, Pengadaan, dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung Ni Made Sulistiawati Senin(11/2/2019) diruang kerjanya menyebutkan untuk tahun ini di Klungkung hingga saat ini tercatat terdapat 67 pegawai eks K2. Pegawai ini rata-rata berusia di atas 35 tahun dan sudah mengabdi lebih dari 4 tahun bahkan ada yang sampai 10 tahun lebih.

“Formasi untuk penerimaan P3K di Klungkung sudah turun beberapa hari lalu itu ketentuannya. Jika ada tenaga penyuluh yang ingin lolos CPNS silahkan berjuang kepusat biar bisa turun kepres yang bisa mengatur perekrutan ini ,” jelas Ni Made Sulistiawati.

Berdasarkan surat Kemenpan No B/396/FP3K/M.SM.01.00/2019 Perihal pengadaan PPPK tahap pertama tahun 2019, formasi yang dibutuhkan hanya tiga yakni tenaga Kesehatan, Guru dan Penyuluh Pertanian.

Sementara data BKN (Badan Kepegawaian Negara) di Klungkung yang memenuhi syarat itu hanya empat orang tenaga guru, dan 11 orang penyuluh pertanian

“Sebenarnya tidak ada pegawai K2 yang bertugas sebagai penyuluh pertanian di Klungkung. Sebelas orang Penyuluh pertanian yang memenuhi syarat itu, merupakan pegawai yang bekerja dengan MoU antara Kementerian Pertanian dan Pemda,” jelas Sulistiawati.

Namun menurut Sulistiawai, formasi yang diterima oleh BK-PSDM Klungkung dari BKN itu tidak mendetail.

Pihaknya pun kembali melakukan pengeceken internal, dan ternyata di Klungkung yang memenuhi syarat hanya tiga tenaga pendidikan dan delapan petugas penyuluh pertanian

“Agar formasi kita aman, kita terus melakukan kordinasi ke pusat dan kita tetap usulkan formasi PPPK di Klungkung, empat tenaga pendidikan (guru) dan 11 penyuluh pertanian. Walau di lapangan kita catat hanya ada tiga eks K2 yang formasi guru dan delapan tenaga penyuluh Pertanian. Hal ini sembari kita cross-chek lagi, karena dari tanggal 8 sampai 10 Februari ini kita masih ada waktu verifikasi,” jelasnya.

Sementara dengan hanya keluarnya persyaratan tiga formasi itu, dipastikan puluhan pegawai eks K2 di Klungkung tidak dapat mendaftar PPPK tahap pertama ini.Selain 3 tenaga pendidikan (guru), sisanya pegawai eks K2 di Klungkung merupakan tenaga teknis. Sementara tidak ada satupun pegawai eks K2 di bidang Kesehatan yang mendaftar sampai saat ini,jelasnya Senin(11/2/2019).

“Secara umum seleksinya sama dengan recruitmen CPNS, ada seleksi administrasi dan uji kompetensi ,Petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis masih menunggu dari pusat,”jelas Sulistiawati sumringah.(Roni/bpn/tim)

Loading...