sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com — Jajaran  Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polresta bersama Counter Transnational Organized Crime (CTOC) Denpasar, berhasil membekuk 20 pelaku narkotika dalam sepekan.

Tak pelak, para pelaku diganjar tindakan tegas. Mereka langsung diplontos, bahkan diborgol kedua tangan serta kakinya saat menjalani press coference di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Senin (7/1).

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan mengungkapkan, selama sepekan pihaknya berhasil membekuk 20 pelaku penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti berupa Shabu-shabu seberat 22,9 gram, ekstasi 25 butir, ganja seberat 308 gram, pil koplo sebanyak 8210 butir dan pil destroy 500 butir.

“Peran para tersangka ini, ada yang sebagai kurir dan pemakai. Dari hasil penyelidikan motif dari para tersangka karena faktor ekonomi dan untuk bersenang-senang (happy). Pelaku yang berhasil ditangkap, satu diantaranya seorang ibu rumah tangga bernama Destiana,” terang Kapolresta Ruddi.

Imbuh Kapolresta Ruddi, tertangkapnya 20 pelaku ini, membuktikan bahwa peredaran narkoba di wilayah Denpasar masih cukup tinggi.

“Kami mengharapkan, kepada masyarakat agar memberikan informasi kepada kita, kalau ada pengguna atau bandar tidak usah segan-segan laporkan kepada kami atau polsek terdekat atau ke BNN Provinsi maupun Kabupaten. Kita pasti berantas,” ungkapnya.

Nah, tujuan memborgol kedua tangan dan kaki, sebut Kapolresta Ruddi, agar pelaku  tidak melarikan diri dan tidak melakukan ulang perbuatan yang melanggar hukum.

“Jadi saya harapkan untuk para tersangaka baik dari dalam maupun luar Bali, jangan main-main narkoba di wilayah Denpasar, kami akan lakukan tindakan tegas, jika dia melawan dan membawa senjata kita akan tembak ditempat,” tegasnya. (bud/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here