Ilustrasi mutasi. Sumber gambar haluan.com
Ilustrasi mutasi. Sumber gambar haluan.com

DENPASAR, balipuspanews.com –
Gerbong mutasi kembali berlangsung dilingkungan Polda Bali.

Dari puluhan anggota korps bhayangkara yang diroling itu terdapat nama Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, Kapolsek Kuta Utara Kompol Dewa Anom Danujaya hingga Kapolsek Kuta Kompol T Ricki Fadliansyah.

Dalam mutasi tersebut, tercatat Kompol Wayan Arta akan bergeser ke Ditreskrimsus Polda Bali. Posisi jabatan Kasat Reskrim Polresta Denpasar akan digantikan oleh Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Anom Danujaya.

Mutasi lainnya juga menggeser jabatan Kapolsek Kuta Kompol Teuku Ricki Fadliansyah yang mendapat jabatan baru sebagai Kanit I Subdit V Dit. Reskrimsus Polda Bali. Jabatan Kapolsek Kuta yang baru akan diserahkan ke Kompol I Made Santika, yang sebelumnya menjabat di SDM Polda Bali.

Namun sayang, pergeseran Kompol Ricki Fadliansyah ternyata masih menunggak PR kasus menonjol. Yakni terkait kaburnya tahanan jambret Wayan Ngongek alias Fendi, 20. Residivis yang sudah 3 kali masuk penjara itu hingga kini belum berhasil ditangkap jajaran Polsek Kuta.

Informasi dihimpun, Jumat (28/2/2020), tersangka Fendi diduga masih berada di wilayah Denpasar dan tidak bersembunyi di tempat kelahirannya di wilayah Karangasem. Sebab selama beberapa hari pasca tersangka kabur, polisi telah mengobok-obok Desa Tianyar.

“ Tak terkecuali di rumahnya, polisi juga mencari tersangka di semua rumah kerabatnya,” beber sumber polisi.

Soal belum ditangkapnya Ngongek, Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa enggan berkomentar banyak.

” Masih penyelidikan,” katanya ke wartawan Jumat (28/2/2020).

Diberitakan, tersangka Ngongek kabur dari Polsek Kuta, pada Senin (3/2/2020) siang  setelah dibawa berobat ke klinik karena sakit asma. Tiga anggota piket juga diperiksa Provost terkait kaburnya tersangka. (pl/tim/bpn)