Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Kasus keracunan massal kembali terjadi di Buleleng. Kali ini, kasus itu menimpa puluhan siswa di  SDN 3 Pemuteran, Desa Pemuteran, kecamatan Gerokgak.

 

 

Puluhan siswa mengalami pusing, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap nasi bungkus yang didapat di sekolah dalam rangkaian acara perpisahan siswa kelas VI digelar, Rabu (13/6) pagi.

 

 

 

Data dihimpun di lapangan menyebutkan hingga pukul 21.00 Wita, sebanyak 83 siswa dilaporkan mengalami keracunan. Mereka sempat dilarikan ke Puskesmas I Gerokgak untuk mendapatkan penanganan.

 

 

 

Namun dari jumlah tersebut 7 orang siswa di rawat di Puskesmas I Gerokgak. Sedangkan 8 orang lainnya dirujuk ke RS Pratama Tangguwisia, Kecamatan Seririt. Selebihnya sebanyak 63 siswa sudah diperbolehkan pulang dan hanya diberikan rawat jalan.

 

 

 

Menerima laporan adanya keracunan massal, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Suyasa langsung meluncur ke RS Pratama Tangguwisia untuk menjenguk siswa yang dirawat. Tak hanya itu, Suyasa juga sempat menjenguk siswa yang dirawat di Puskesmas Gerokgak I.

 

 

 

 

 

Kadis Suyasa menjelaskan, dari total 184 orang siswa SDN 3 Pemuteran, hanya 173 orang siswa yang turut menyantap nasi bungkus tersebut. Sedangkan sisanya sebanyak 12 siswa ijin dan tidak masuk sekolah karena beberapa alasan.

 

 

 

“Total, mengalami keracunan sebanyak 83 orang siswa. Saat ini, tujuh orang dirujuk ke RS Pratama karena terus mengalami muntah, ada tujuh orang juga di Puskesmas Gerokgak I, sisanya sudah dibolehkan pulang,” kata Suyasa.

 

 

 

Atas kasus ini, Suyasa nampak kecewa. Pasalnya peristiwa keracunan massal sudah berulang kali terjadi. Bahkan, pihaknya sudah mengantisipasi dengan membuat surat edaran secara berulang kali. Tak hanya itu, peringatan lisan di setiap rapat untuk memperhatikan kebersihan makanan juga sering disampaikan.

 

 

 

“Berulang kali saya sudah tekankan, guru janganlah jual nasi, karena tidak profesinya disitu. Kasus terulang lagi artinya, kurang perhatian pihak sekolah, tidak perhatikan surat edaran, tidak mmeperhatiakan kesehatan makanan dan tidak pikirkan resiko,” keluhnya.

 

 

 

Dalam waktu dekat, Suyasa mengaku akan segera memanggil pihak sekolah yang bersangkutan. Pihaknya akan berjanji mengevaluasi sekaligus memberkan sanksi yang tepat bagi sekolah karena dinilai lalai.

 

 

 

Perihal biaya pengobatan korban keracunan, Suyasa sudah membuat surat permohonan pembebasan biaya pengobatan kepada Bupati Buleleng. Sehingga seluruh koran bebas dari biaya pengobatan.

 

 

 

Sementara, Kadiskes Buleleng, dr IG Mahapramana ditemui di rumah sakit mengaku sudah mengambil sampel makanan, minuman dan muntahan korban. Sampel segera diuji di laboratorium.

 

 

 

Pihaknya tak bisa menduga, apa yang menjadi pemicu keracunan massal ini.“Saat ini belum dapat kami pastikan penyebab keracunanya, kalau hasil laboratoriumnya sudah keluar baru bisa diketahui pasti,” singkatnya.

 

 

Daftar nama-nama siswa sedang menjalani perawatan di Puskesmas Gerokgak

 

1.Willi ( kls 2) umur 8 tahun

 

2.Tatya Suriantini(kls VI) umur 13 tahun

 

3.Kade budiana(umum) umur 23 tahun

 

4.Kade juliani( kls 5)  umur 12 tahun

 

5.kade juliantari(kls 5) umur 11 tahun

 

6. Indah apsari(kls 2) umur 9 tahun

 

7. Diah fatma wati(kls 5) umur 11 tahun

 

 

RS Pratama Seririt

 

1. Kade ariastini( kls 5) umur 12 tahun

 

2. Kirsan damara( kls 3) umur 10 tahun

 

3.Debby Ayu cahyani( kls 4)  umur 11 tahun

 

4.putu sulidrayasa(kls 1) umur 8 tahun

 

5. kade riani(kls 3)  umur 9 tahun

 

6.kade ari arianti(kls 4) umur 11 tahun

 

7.Komang tri purwa( kls 5)  11 tahun

 

8.putu wiyasa( umum) umur 4,5 tahun

Advertisement

Tinggalkan Komentar...