Lapangan Umum Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Konflik status lahan lapangan sepak bola dan Puskesmas Pembantu I Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng terus bergulir. Kecurigaan warga atas disertifikatkannya lahan seluas 1 Hektar oleh Perbekel Desa Bungkulan, I Ketut Kusuma Ardana rupanya terbukti. Lahan tersebut telah menjadi hak milik sang perbekel sejak 2013.

Menyikapi hal tersebut, sebanyak 30 warga asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng kembali mendatangi kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Buleleng, Senin (28/7). Mereka menuntut agar BPN dapat membatalkan sertifikat tersebut. Sebab, lahan sudah digunakan untuk kepentingan masyarakat, seperti berolahraga hingga upacara ngaben massal.

“Sudah jelas kami sebagai warga menginginkan agar sertifikat itu dibatalkan. Dengan adanya sertifikat atas nama pribadi, otomatis warga tidak mengizinkan. Karena tanah lapangan itu milik desa,” tegas Kelian Banjar Adat Punduh Lo, Desa Bungkulan, I Putu Kembar Budana.

Imbuh Budana, dalam pertemuan dengan BPN, pihaknya telah menyerahkan bukti bahwa tanah itu sejatinya milik desa. Yakni fotokopi sertifikat pendamping, yang terbit pada 1973 silam. Dimana pada sertifikat itu disebutkan bahwa lahan merupakan alun-alun.

“Sudah bersertifikat sejak 1973, yang namanya dulu disebut sebagai alun-alun,” kata Budana.

Sementara, Kepala BPN Buleleng, Gusti Pariatna Jaya membenarkan jika lahan seluas 1 hektar itu telah disertifikatkan oleh Kusuma Ardana sejak 2013. Proses penerbitannya pun ditegaskan Pariatna sudah sesuai dengan mekanisme. Terkait tuntutan warga agar sertifikat dibatalkan, Pariatna mengaku masih akan melakukan kajian terhadap terbitnya sertifikat hak milik atas nama Kusuma Ardana.

“Kami juga akan melakukan mediasi, sekaligus menindaklanjuti sesuai aturan,” singkatnya.

Bagaimana dengan sertifikat pendamping tahun 1973 yang diserahkan warga?

“Sertifikat 1973 itu adalah sertifkat yang berbatasan dengan lapangan. Lapangannya sendiri memang belum bersertifikat saat itu,” jawabnya.

Terpisah, Perbekel Kusuma Ardana hingga berita ini ditulis tidak mengangkat telepon dan menjawab pesan singkat.

Sebelumnya diberitakan, krama Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng mendatangi kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Buleleng dan kantor DPRD Buleleng, Kamis (18/7). Mereka mempertanyakan terkait status lahan lapangan sepak bola dan Puskesmas Pembantu I yang ada di desa setempat. Sebab beredar kabar, lahan tersebut telah disertifikatkan oleh perorangan, yang tak lain adalah Perbekel Desa Bungkulan, I Ketut Kusuma Ardana.