Puluhan warga Samplangan yang datang ke Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Senin (16/9/2019).
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, balipuspanews.com – Puluhan orang warga Kelurahan Samplangan khususnya warga pasemetonan (keluarga, red) Satria datang ke pengadilan negeri Gianyar, Senin (16/9/2019).

Hal ini dikarenakan terkait kasus ujaran kebencian yang diunggah dalam bentuk video di sosial media Facebook oleh akun Dek Sabun Mayura pada bulan November tahun 2018 lalu, dalam video tersebut berisi nada terkesan menantang serta mengancam keluarga atau pasemetonan Ksatria Samplangan. Dimana orang yang berada dalam video tersebut masih sama-sama warga Samplangan.

Akibat video tersebut, pesemetonan menjadi marah dan awalnya melaporkannya ke Mapolres Gianyar beberapa bulan lalu. Kini, perkara sudah sampai di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar.

Dari informasi yang berhasil Balipuspanews.com himpun, puluhan warga dari pasemetonan Kstaria Samplangan datang pada saat persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi terkait video ujaran kebencian tersebut.

Menurut Kelian Pura Nataran Agung Samplangan I Dewa Ketut Ada mengungkapkan bahwa video ujaran kebencian tersebut diunggah di akun facebook Dek Sabun Mayura pada bulan November 2018, namun pasemetonannya baru mengetahui video tersebut pada bulan Januari 2019.

“Yang masuk (video, red) dalam facebook itu bulan November 2018, tapi ketahuan baru Januari 2019 sehingga pada waktu itu ketahuan pesemetonan titiang yang muda muda datang kerumah tiang bergerombol. Dia menjelaskan kepada tiang bahwa di facebook ada video tantangan metiyuk tiyukan, mapedang pedangan, oleh dua orang itu,” katanya.

Dikatakan bahwa pada saat baru mengetahui akan video ujaran kebencian yang bernada pengancaman tersebut, pesemetonan Ksatria Samplangan tersulut emosinya dan hedak menghampiri rumah orang-orang yeng berada dalam video tersebut. Namun, kelian pasemetonan tidak mengijinkan hak tersebut dan mengadakan rapat.

“Pasemetonan Ksatria tiang diberikan keonaran kan jadi resah semuanya ingin langsung kerumah dia (pemilik akun facebook pengunggah video ujaran kebencian,), lalu saya redam dan saya rapatkan terkait bagaimana caranya. Sehingga hasil keputusan lebih bagus kita lapor pada pihak yang berwajib,” ujarnya.

Kelian Pasemetoanan mengungkapkan bahwa tujuan puluhan warga pasemetonannya datang ke PN Gianyar adalah untuk memberikan support kepada dua orang saksi yang menemukan video ujaran kebencian tersebut di Facebook.

“Kami datang untuk mensupport kepada dua orang saksi yang menemukan video tersebut,” ucapnya.(catur/bpn/tim).