Puncak Arus Balik Habis, Pelabuhan Gilimanuk Lenggang

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBRANA, balipuspanews.com– Setelah dua hari Pelabuhan Gilimanuk diserbu ribuan kendaraan berbagai jenis, kini situasi mulai lengang. Petugas yang sebelumnya sibuk mengatur antrean juga bisa beristirahat sejenak.

Sesuai prediksi puncak arus balik akan terjadi pada H- 4 dan H-3 tidak meleset. Dua hari tersebut kantong parkir di terminal kargo dan jalan kampung serta jalan utama yang dijadikan lokasi antrean kendaraan sampai kepenuhan dan ekor antrean mengular sampai hutan perbatasan Gilimanuk dan Melaya atau lebih dari 7 kilometer.

Namun berkat kesigapan ASDP, polisi dan instansi terkait lainya, antrean bisa diurai dengan lancar. Dengan 35 unit kapal yang dioperasikan ASDP termasuk 6 kapal berkapasitas jumbo maka ribuan kendaraan yang menyebrang ke Jawa bisa terlayani dengan cepat.

Sehingga pada Minggu malam kendaraan semua bisa tertampung di kangong parkir terminal kargo dan jalur-jalur antrean. Bahkan pada Senin (8/4/2024) pagi atau H-2 Lebaran semua kendaraan sudah habis diseberangkan.

Dari data penyeberangan pada H-3, Minggu (7/4/2024) jumlah penumpang yang menyeberang ke Jawa baik pejalan kaki maupun dengan kendaraan sebanyak 77867 orang, kendaraan roda dua 15801 unit, mobil pribadi 6995 unit, truk 1241 unit dan bus 548 unit.

BACA :  ‎Disbudpar Buleleng Gelar Lomba Wayang dan Prasi untuk Anak Muda

Hingga Senin Sore, pemudik tetap sepi dan areal pelabuhan, kantong parkir maupun jalur antrean kosong.

General Manajer (GM) PT ASDP Indonesia Ferry, cabang Ketapang, Syamsudin mengatakan, jika dilihat dari data produksi, maka pada H- 3 adalah puncak arus mudik tahun ini. Meski terjadi peningkatan dari tahun lalu, namun ekor antrean tidak sampai menular jauh dan antrean tidak berlangsung lama karena pelayanan penyeberangan bisa lebih cepat.

“Malamnya sempat padat mamun tidak terjadi antrean panjang. Pagi hingga sore ini sepi,” ujarnya.

Cepatnya penyeberangan ini, selain karena jumlah kapal yang dioperasikan 35 unit, juga sangat terbantu dengan pengoperasian kapal berkapasitas besar dengan pola kapal penuh langsung berangkat dan juga peningkatan dermaga LCM dari 3 kapal menjadi 4 kapal.

“Semua kita ketatkan. Waktu kapal datang waktu bongkar dan muatnya juga kita ketatkan,”jelasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular