Puncak Kegiatan Ditengah Pandemi, Museum Basoeki Abdullah Gelar Pameran Senirupa Semesta Perempuan Secara Daring

foto: Kepala Museum Basoeki Abdullah, Dra. Maeva Salmah M.Si.

JAKARTA, balipuspanews.com – Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan pameran senirupa dengan tema Semesta Perempuan berlangsung pada 25 September – 25 Oktober 2020 di ruang Pamer Museum Basoeki Abdullah dikawasan Jalan Keuangan Raya No. 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Acara pameran senirupa semesta perempuan bisa disaksikan secara daring melalui platform media sosial yaitu instagram musbadul fan page: museum basoeki abdullah, facebook basoeki abdullah dan twitter Mus_BA.

Kepala Museum Basoeki Abdullah, Dra. Maeva Salmah M.Si. mengatakan pameran senirupa semesta perempuan merupakan pameran temporer museum basoeki abdullah. “Pameran ini merupakan puncak dari kegiatan museum basoeki abdullah pada tahun 2020 ini. Pameran ini dilakukan secara daring terkait dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta,” kata Maeva.

Menurut Maeva, walaupun kita menghadapi pandemi Covid-19, tetapi kreativitas dalam berkesenian tidak pernah padam selalu berkobar-kobar.

“Inovatif dan kreatif harus selalu ada meski berkarya dari rumah. Kegiatan kreatif dalam berkebudayaan tidak serta merta terhenti selama pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Maeva menyampaikan pameran kali ini diikuti oleh kurang lebih 15 perupa dari berbagai wilayah di Indonesia. Hadir dalam acara ini Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Restu Gunawan (secara daring) selain itu hadir sebagai kurator: Citra Smara Dewi dan assisten kurator: Dian Ardianto juga hadir cucu dari Sang Maestro Basoeki Abdullah, Vikey Yordan.

“Pameran ini adalah salahsatu dari program kerja Museum Basoeki Abdullah tahun 2020. Saya berharap melalui pameran temporer yang bertema Semesta Perempuan ini membawa manfaat bagi kita semua khususnya kepada para perupa. Tetap semangat, tetap kreatif dan tetap inovatif walaupun dirumah saja,” tutup Kepala Museum Basoeki Abdullah, Dra. Maeva Salmah M.Si.

Dalam pelaksanaannya secara fisik Museum Basoeki Abdullah membatasi jumlah undangannya dan menerapkan aturan protokol kesehatan seperti memakai masker, mengecek suhu tubuh, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan jaga jarak.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.