Masyarakat berusaha ikut memadamkan api yang melalap bangunan pura puseh Banyubiru.
Masyarakat berusaha ikut memadamkan api yang melalap bangunan pura puseh Banyubiru.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Warga yang tinggal disekitar Pura Desa/Puseh, Desa pakraman Banyubiru, Negara Senin (2/9) sore dikagetkan oleh kepulan asap tebal dari bangunan pelinggih di Pura tersebut.

Warga kemudian berhamburan ke dalam Pura dan melihat beberapa Pelinggih sudah dilalap api.
Informasi yang dihimpun, kebakaran itu diketahui sekitar pukul 15.30.
saat itu I Putu Suwirga (61) yang sedang berada dirumah menonton televisi kaget karena menantunya berteriak-teriak memanggilnya dan memberitahuada asap mengepul di Pura Puseh.

Suwirga yang rumahnya dekat Pura Puseh itu kemudian bergegas mengambil kunci gerbang Pura lalu bersama bersama I Wayan Astawa (52) menuju Pura dan saat tiba
di dalam Pura dilihat api sudah membakar atap ijuk Pelinggih Meru Tumpang Pitu dan merembet ke atap Pelinggih Gedong, Pelinggih Pepelik, Pelinggih Ulun Danu, Pelinggih Taksu dan Pelinggih Sri Sedana. Keduanya kemudian meminta tolong kepada warga sekitar dan menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Jembrana.

Warga lainnya, I Wayan Astawa (50) yang tinggal diseberang jalan sekitar pukul 15.30 sudah melihat api sudah melalap sejumlah bangunan pura, “anginnya memang kencang” ujarnya.

Untuk memadamkan api yang membakar atap ijuk beberapa pelinggih itu cukup lama karena api sudah merembet kedalam atap ijuk yang tebal serta angin cukup kencang. Akhirnya petugas pemadam yang dipimpin Kabid Linmas Satpol PP. Pemkab. Jembrana I Putu Pranajaya baru bisa memadamkan api sekitar pukul 17.45 dengan mengerahkan 4 unit mobil pemadam dibantu 1 Unit mobil tangki BPBD Jembrana dengan menghabiskan 21 tangki air.

Ada enam pelinggih yang terbakar yakni Pelinggih Meru Tumpang Pitu, Pelinggih Gedong Brahma, Pelinggih Pepelik, Pelinggih Ulun Danu, Pelinggih Taksu dan Pelinggih Sri Sedana.

“Kerugianya sekitar Rp.1,3 miliar,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita.

Menurut Yogi, dari keterangan saksi Putu Suwirga sebelum kebakaran diketahui ada orang yang membakar sampah sekitar 14 meter di sebelah timur Pura Puseh. Orang tersebut ng diketahui bernama Zubaedah, 63, warga Banjar / Desa Banyubiru.

Kemudian dari keterangan Zubaedah,diirinya pukul15.00 awalnya mencari kayu bakar di kebun milik Rio Motor di timur Pura sambil membakar sampah diseputaran kebun, Kemudian sekitar pukul 16.00 dia meninggalkan kebun, dimana saat itu api sudah mati.

Lalu usai sholat, dia kembali kekebun dan dilihat api sudah membakar bangunan Pura Puseh disebelah barat kebun lalu memberitahukan kejadian tersebut kepada saksi Suwirga.

“Diperkirakan penyebab kebakaran diduga bersumber dari api pembakaran sampah yang berlokasi kurang lebih 14 meter di sebelah timur Pura Puseh itu,” ungkapnya.

Bendesa Adat Banyubiru, I Nyoman Jaya Dearata mengaku sempat mendapat firasat tidak mengenakan, “dari tiga hari bermimpi gigi bawah saya tanggal, tapi kepikirannya keorang tua yang sakit” ungkapnya.
Bangunan pura yang mulai dibangun tahun 2002 dan ngenteg linggih pada September 2014 ini tidak sementara tidak bisa difungsikan, “Padahal purnama Sabtu (14/9) mau odalan,” ujarnya.

Sebelumnya juga musibah pernah terjadi dipura seluas 21 are ini dimana tahun 2004 Bale Gong terbalik kena angin puting beliung. Sementara itu Klian Baga Parahyangan Desa Adat Banyubiru, I Wayan Polen mengatakan untuk sementara bangunan akan dipindah sementara.

Untuk memindahkan sementara akan dibuatkan sanggar agung di bale agung sehingga persembahyangan tidak terhambat. Secepatnya kami akan paruma desa dan mecaru. Piodalan ditunda dengan guru piduka dan pejati.

“Satu pelinggih saja nilainya sekitar Rp 400 juta, belum termasuk upakara. Kalau ini perkiraan kami sampai Rp 1,3 miliar,” jelasnya.(nm/bpn/tim)