Pura Veteran, Jejak Perjuangan Laskar Ciung Wanara di Wewidangan Pura Luhur Muncaksari

TABANAN, balipuspanews.com – Jejak kisah heroik perjuangan pasukan Ciung Wanara dibawah kepemimpinan pahlawan besar Bali I Gusti Ngurah Rai tidak hanya medan pertempuran perang puputan Margarana. Ada berbagai tempat bersejarah dari kegigihan para pejuang tersebut yang perlu diketahui oleh generasi sekarang.

Salah satunya berupa pura atau bangunan suci. Seperti Pura Veteran yang berlokasi di wewidangan Pura Luhur Muncaksari, Desa Adat Bengkel Anyar, Desa Sangketan, Penebel, Tabanan.

Pura Veteran ini berdiri di areal parkir Pura Luhur Muncaksari dengan luas sekitar dua puluh meter persegi. Hanya terdapat satu pelinggih berupa bebaturan yang bahannya berupa batu pilah yang digali disekitar pura tersebut.

Lalu seperti apa sejarah berdirinya Pura Veteran tersebut? Berikut ulasannya.

Ketua Panitia Pembangunan Pura Luhur Muncaksari Drs. I Wayan Risma, Jumat (20/11) mengatakan, sebelum dibangun pura, lokasi Pura Veteran ini hanya berupa rumpun bambu. Rumpun bambu ini masih ada hingga saat ini dan sangat disakralkan oleh warga setempat.

“Ditempat tumbuhnya rumpun bambu itulah kemudian dibuatkan pelinggih disekitar tahun 1970an,” ungkapnya.

Risma menceritakan pendirian pelinggih Pura Veteran ini bermula dari adanya beberapa ciri atau tanda-tanda gaib. Seperti misalnya pada saat dilakukan penataan tempat (dulunya berupa hutan), rumpun bambu tersebut sama sekali tidak bisa dirabas. Tidak hanya itu, yang mencoba-coba merabas selalu kena bencana.

Demikian pula saat dilakukan perataan tanah dengan alat berat, begitu akan mengeruk rumpun bambu tersebut, mesin alat berat tiba-tiba mati. Yang aneh juga, beberapa kali alat berat langsung berubah arah pada saat akan menyentuh rumpun bambu ini.

“Berdasarkan kejadian tersebut akhirnya ada petunjuk bahwa dirumpun bambu itu dulu sempat dijadikan markas oleh pasukan Ngurah Rai. Hal ini juga diperkuat oleh bawos dari Jro Dasaran,” sebut Risma.

Akhirnya dibangunlah pura dengan bangunan pelinggih yang sederhana. Ditahun 1982, ada seorang pejuang dari Uma Seka, Angseri yang mepunia untuk membuatkan tembok pembatas atau penyengker.

Lebih jauh Risma mengatakan, bangunan pelinggih di pura yang juga oleh sebagian krama menyebutnya dengan Pura Sapu Jagat ini pernah direnovasi dengan pelinggih yang berbahan batu cadas. Anehnya, tidak lama setelah berdiri, hanya terbentur batang bambu pelinggih tersebut roboh. Akhirnya, berdasarkan petunjuk yang diterima pelinggih Pura Veteran ini dibangun hanya dengan menggunakan batu pilah yang “ditunas” dari sekitaran Pura Luhur Muncaksari.

Risma kemudian menyebutkan ada satu keunikan di Pura Veteran ini terkait dengan nilai nasionalisme. Yakni dalam setiap digelar yadnya terutama karya pujawali ataupun ngenteg linggih harus mengibarkan bendera Merah Putih. Begitu pula saat Ida Bethara di Pura Luhur Muncaksari lunga misalnya lunga melasti, bendera Merah Putih duwen Ida Bethara di Pura Veteran ini harus diposisikan paling terdepan.

“Dulu pernah dicoba bendera Merah Putih itu tidak dipasang pada saat berlangsung sebuah karya. Akibatnya fatal, karya berjalan kacau dan begitu bendera Merah Putih dikibarkan di Pura Veteran, karya dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Ada baiknya sesekali umat merasakan vibrasi kesakralan Pura Veteran ini sekaligus mengenang jejak perjuangan para pahlawan. Atau juga sekaligus meningkatkan spiritualitas diri dengan melakukan dharma yatra diwewidangan Pura Luhur Muncaksari yang merupakan salah satu pura Jajar Kemiri Pura Luhur Batukaru.

Penulis: Ngurah Arthadana

Editor : Oka Suryawan