Selasa, Juli 16, 2024
BerandaKlungkungPuri Cempaka Bekas Rumah Bupati Candra Jadi Kantor Kejari Klungkung

Puri Cempaka Bekas Rumah Bupati Candra Jadi Kantor Kejari Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Puri Cempaka yang sebelumnya menjadi rumah mantan bupati Klungkung I Wayan Candra kini dijadikan kantor kejaksaan negeri Klungkung. Rumah seluas 25 are di pinggir bypass Ida Bagus Mantra itu sebelumnya disita negara setelah mantan Bupati Wayan Candra terjerat kasus korupsi. Rumah megah itu berstatus sitaan negara dan kasusnya sudah incrach.

Rumah tersebut sempat dilelang senilai sekitar Rp 11 Miliar, namun tak kunjung laku. Sehingga rumah sitaan itu dijadikan sebagai Kantor Kejaksaan Negeri Klungkung.

Kajari Klungkung Lapatawe B Hamka dikonfirmasi media balipuspanews.com, Kamis (13/6/2024) membenarkan bahwa saat ini Kejaksaan Negeri Klungkung telah berkantor bekas rumah sitaan negara tersebut.

Papan nama Kantor Kejaksaan Negeri Klungkung, sudah terpasang tepat disisi kiri gerbang Puri Cempaka. Disertai bendera merah putih yang berjejer di tembok yang memiliki tinggi sekitar 4 meter.

“Kami sudah menempati Puri Cempaka ini sejak tanggal 18 Mei 2024. Kantor kami sudah rata dengan tanah karena akan dibangun ulang, sehingga kami harus pindah kantor sementara,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Lapatawe B Hamka.

BACA :  Banyu Pinaruh, Pantai Watu Klotok Diserbu Masyarakat

Ketika memasuki Puri Cempaka, tampak beberapa pegawai Kejari lalu-lalang. Bangunan megah lantai dua, yang dulunya kediaman keluarga Wayan Candra, menjadi ruang kerja setiap bidang di Kejari Klungkung.

Bale-bale bengong besar, dimanfaatkan untuk menerima tamu. Bahkan kantin Kejari Klungkung juga pindah ke Puri Cempaka.

Sementara bangunan bale daja megah dengan arsitektur Bali yang dulunya merupakan kamar I Wayan Candra,  menjadi ruangan Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung.

“Jadi karena ada barang milik negara, kami manfaatkan untuk kantor. Dari pada kami sewa kantor. Nanti kira-kira kami menempati kantor ini sampai bulan Desember 2024,” ungkapnya.

Namun meskipun merubah Puri Cempaka menjadi kantor, Lapatawe menegaskan tidak merusak tatanan asli dari bangunan dengan lahan sekitar 25 are tersebut.

“Jadi ruang kerja bidang kami menyesuaikan ruangan yang ada. Kami servis-servis sedikit, tanpa merusak tatanan asli bangunan,” ungkapnya.

Lapatawe juga menjelaskan, Puri 0Cempaka yang merupakan aset sitaan kasus korupsi dan tindak pidana pencu0 uang sudah sempat dilelang dengan nilai sekitar Rp11 Miliar, namun tidak kunjung laku.

BACA :  Belasan Tabung Gas Meledak di Warung Sembako, Dadong Nyaris Tewas Terbakar

Sementara pembangunan gedung Kejari Klungkung yang baru dianggarkan sekitar Rp13 miliar. Anggaran berasal dari hibah Pemkab Klungkung. Kantor Kejari Klungkung nanti akan diperluas, dengan dilengkapi fasilitas lapangan tenis.

“Kemungkinan Desember nanti Kantor Kejari Klungkung sudah rampung,” jelas Lapatawe.

Penulis: Roni
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular