Pusaran Angin Menjulang ke Langit di Perairan Desa Pacung Hebohkan Medsos

Screenshoot fenomena waterspout di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Kamis (26/11/2020)
Screenshoot fenomena waterspout di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Kamis (26/11/2020)

BULELENG, balipuspanews.com – Fenomena angin tornado menjulang ke langit dilaut atau waterspout terjadi diperairan Banjar Dinas Antasari, sebelah barat Pura Ponjok Batu, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula.

Sontak kejadian itu menjadi pusat perhatian warga disana yang mengetahui kejadian itu secara langsung maupun di media sosial, Kamis (26/11/2020) siang sekitar pukul 11.00 Wita.

Perbekel Desa Pacung, Gede Kardiana yang dikonfirmasi membenarkan adanya fenomena tersebut wilayah perairan yang ada di desanya. Bahkan Ia tak menampik jika peristiwa dilaporkan oleh warganya yang sekaligus sempat mengabadikan secara langsung hingga menjadi viral di media sosial.

“Ya benar terjadi (puting beliung di lautan). Kejadiannya sempat direkam oleh beberapa warga dan viral,” singkatnya.

Setelah peristiwa itu sampai berita ini diturunkan Ia mengakui bahwa belum ada laporan dari warganya jika adanya kerusakan yang diakibatkan oleh fenomena waterspout yang terjadi jauh dari pemukiman warga yang berada dipinggir pantai.

“Peristiwa itu terjadi jauh dari pemukiman dan pesisir pantai. Belum ada laporan kerusakan bangunan rumah warga atau perahu nelayan yang diakibatkan peristiwa itu,” imbuhnya.

Sekedar informasi terkait fenomena tersebut bukan merupakan hal pertama terjadi di wilayah perairan Kecamatan Tejakula. Dimana sebelumnya sempat pula terjadi di Desa Penuktukan, serta di Desa/Kecamatan Tejakula yang juga sempat viral dimedia sosial.

Berdasarkan pantauan citra satelit menunjukkan sebelumnya ada awan Cumulonimbus yang terbentuk di sekitar wilayah tersebut. Awan jenis ini dapat menyebabkan fenomena hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat, hujan es, dan juga tornado di lautan (waterspout).

Disisi lain, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerangkan bahwa fenomena yang terjadi Desa Pacung merupakan hal alamiah serta biasa terjadi. Bahkan Fenomena itu umumnya terjadi saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya dan saat musim hujan.

Fenomena di wilayah perairan Tejakula adalah angin kencang yang berputar yang keluar dari awan Cumulonimbus dengan kecepatan lebih dari 34,8 knots atau 64,4 km/jam.

“Fenomena ini terjadi di laut dalam waktu yang cukup singkat,” singkatnya.

Ia pun berharap masyarakat tidak panik dengan kejadian puting beliung di lautan kemarin. Masyarakat diharapkan selalu memperhatikan sumber informasi dari instansi berwenang.

“Kami juga mengharapkan masyarakat aktif melaporkan kepada petugas jika ada kejadian serupa,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan