rumah warga rusak akibat puting beliung

NEGARA,balipuspanews.com- Warga banjar Berawantangi, desa Tukadaya, Jembrana, Kamis (12/12) sore. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari terjangan angin putting beliung.

Sebelum bencana angin putting beliung terjadi diwilayah Melaya,Kamis Sore hujan turun disertai dengan petir. Setelah hujan cukup lama, kemudian muncul angin kencang di banjar Barawantangi bagian utara.

Sekain lama angin semakin kencang dan sekitar pukul 19.00 datang angin puting beliung dengan suara yang bergemuruh dan menyapu semua yang dilintasinya.

“Saat itu kami sedang tiduran di kamar. Tiba-tiba terdengar suara angin bergemuruh seperti suara ombak di pantai, lalu menyapu antena TV sampai roboh. Kemudian kami lari ke luar rumah dan melihat angin sangat kencang dan atap rumah dan dapur kami berhamburan,” ujar Sayu Putu Luwih,43,  istri dari Ketut Sunika,45, yang rumahnya rusak, Jumat (13/12).

Setelah angin puting beliung pertama melintas dan merusak rumahnya serta rumah warga lainya, tidak lama kemudian kembali muncul angin yang sama. Angin puting beliung kedua ini juga menyapu rumahnya sehingga atap rumahnya semakin hancur dan temboknya jebol.selain itu bangunan dapur dan bale-bale miliknya juga rusak.

Akibat kerusakan parah itu rumah mereka kini tidak bisa ditempati dan mereka harus mengungsi sementara di kandang kerbauk miliknya yang juga atapnya rusak dan harus ditutup terpal. “Karena rumah kami rusak dan tidak bisa ditemati, sementara kami tidur di kandang kerbau,” ungkapnya.

Sementara itu dari pendataan yang dilakukan Perbekel Tukadaya Made Budi Utama bersama BPBD Jembrana ada 12 rumah warga yang rusak 11 rumah di banjar Berawantangi dan satu rumah di banjar Sarikuning Tulungagung. Rumah yang rusak diantaranya milik Rumah I Ketut Sunika dengan kerugian Rp. 20 juta.

Rumah I Made Sutama dengan kerugian Rp 15. juta. Rumah Gede Sumberdana dengan kerugian Rp. 3 juta. Rumah Ketut Sindra dengan kerugian Rp. 2 juta. Rumah Ketut Sarka Alnaya kerugian Rp. 1 juta, rumah Putu Widiantara dengan kerugian Rp. 20 juta. Rumah Made Somoyasa dengan kerugian Rp. 25 juta.

Rumah Gusti Kade Swarda dengan kerugian Rp.1 juta, rumah Ketut Naya dengan kerugian Rp 1,5 juta, rumah Made Rina dengan kerugian Rp 1 juta, dan Putu Wartana dengan kerugian Rp 500 ribu. “selain rumah ada juga pelinggih merajan dan pabrik penyosohan beras yang rusak,” ujar Budi Utama.

Untuk meringankan beban warga yang tertimpa bencana angin putting beliung, aparat desa dan masyarakat dibantu BPBD dan anggota Polsek melaya serta Polres Jembrana bergotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan sekaligus memperbaiki kerusakan yang rimngan. Warga yang menjadi korban juga diberikan bantuan termasuk terpal yang langsung dipasang.

“Kami sudah turun ke likasi untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan bersama aparat kepolisian. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat bencana angin putting beliung itu. Diawal musim hujan ini masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana alam yang mungkin saja terjadi,” ujar Kepala BPBG Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana. (nm/bpn/tim)