Ketua YPLP Kabupaten Badung Dr. Drs. I Made Putra Wijaya, SH., M.Si (tengah) saat meninjau UKK SMK PGRI 1 Badung, Senin (15/4).
Ketua YPLP Kabupaten Badung Dr. Drs. I Made Putra Wijaya, SH., M.Si (tengah) saat meninjau UKK SMK PGRI 1 Badung, Senin (15/4).

ABIANSEMAL,balipuspanews.com- Lulusan Vokasional di era globalisasi sangat dibutuhkan dewasa ini, sehingga pendidikan vokasi perlu dikembangkan, dipikirkan lebih fokus terkait tantangan revolusi industri 4.0, untuk menyongsong dunia kerja perlu memiliki keterampilan.

“Memang bidang akademik penting, akademik juga membutuhkan lapangan kerja, SMK menciptakan tenaga kerja menengah terampil untuk mengisi lowongan kerja.
Tentu tidak berhenti sampai disini, kalau bisa sampai jenjang lebih tingggi untuk meningkatkan kualifikasi. Kalau bisa sampai menjadi lulusan D1,D2. Bilamana perlu menjadi lulusan Srata 1dan Srata 2,” Demikian disampaikan Ketua YPLP PGRI Kabupaten Badung, Dr. Drs, I Made Putra Wijaya, SH., M.Si, usai meninjau UKK di SMK PGRI 1 Badung, Senin (15/4).

sewa motor matic murah dibali

Putra mengungkapkan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Badung terus menerus melakukan upaya mendorong SMK/SMA binaan YPLP PGRI Badung melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan suatu langkah indikator menuju mutu lulusan yang lebih baik.

Yayasan, lanjut Putra, terus memberi support atau dorongan agar bisa kompetitif dengan SMA/SMK lain, baik dari segi fasilitas, sarana prasarana, proses belajar mengajar, infrastruktur, dan yang tidak kalah penting kesejahteraan guru-guru akan terus ditingkatkan

“Kita bersinergi satu dengan yang lain, contoh seperti UKK sekarang ini bisa disaksikan YPLP Provinsi Bali bersama stakeholder,” ungkapnya.

Adapun tantangan kedepan bagi para lulusan, dirinya menyebut agar bisa masuk kepasar kerja dan harus adaptif terhadap kurikulum. Perlu diperhatikan juga SMK harus mengikuti kebutuhan pasar dalam era globalisasi. “Jangan monoton dengan jurusan itu-itu saja. Padahal kebutuhannya sudah penuh dan teknologi juga menjadi tantangan luar biasa kedepan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama dikatakan Wakasek bidang kurikulum SMK PGRI 1 Badung Ni Kadek Sumariani, S.Pd, UKK SMK PGRI 1 Badung diikuti oleh 286 siswa yang terdiri dari Akomodasi Perhotelan (AP) 165 siswa, Jasa Boga (JB) 109 siswa, dan Teknologi Informasi (TI) 12 siswa.

Disebut Sumariani kepada Balipuspanews.com, UKK adalah syarat bagi siswa SMK sebagai bukti keahlian selama mengikuti proses pembelajaran. “ Inilah gambaran akhir  bagaimana mereka ditempa hampir tiga tahun disetiap jurusan. Apakah mereka kompeten atau tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa UKK di SMK PGRI 1 Badung dilaksanakan hingga tanggal 28 April 2019.
Dimana dalam UKK tiap hari dibagi dua sistem shif yaitu pagi dan siang. Dimana masing-masing shif UKK terdiri dari 10 siswa pagi hari dan 10 siswa untuk siang hari dari masing-masing. Adapun tim penguji langsung dari asesor STPDI.

“Harapan dari lulusan SMK PGRI 1 Badung setelah lulus disini mampu bersaing di dunia kerja maupun bersaing untuk melanjutkan di perguruan tinggi sesuai bidangnya,” tandasnya.(bud/bpn/tim).

Tinggalkan Komentar...