Putri ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi ikut metatah massal bersama warga Arya Kanuruhan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Menjadi seorang pejabat tidak membuat Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Nengah Sumardi gengsi untuk mengikutsertakan putrinya dalam upacara metatah massal sebagai rangkaian dari Upacara Ngeroras warga Arya Kanuruhan.

Kadek Ayu Candra Dewi nama putri kedua dari I Nengah Sumardi yang mengikuti acara metatah masal tersebut nampak duduk membaur diantara ratusan peserta. Tidak hanya putri Ketua DPRD saja, beberapa keponakannya juga turut ikut dalam acara metatah massal tersebut.

Menurut Sumardi, selain karena memang kebetulan putri keduanya itu belum metatah (potong gigi) juga didasari dengan rasa kebersamaan. Didalam upacara seperti ini kita semua setara saling membantu dan saling menguatkan, bukan masalah siapa kita tetapi yang terpenting adalah makna dan rasa kebersamaannya.

” Ya kebetulan putri saya ikut, kita ingin memberi motivasi kepada yang lain agar tidak gengsi dalam kaitannya ikut upacara massal seperti ini, disatu sisi bisa saling membantu namun yang terpenting adalah makna dan rasa kebersamaannya,” kata Sumardi.

Sementara itu, hari ini Minggu (09/09/2018) merupakan puncak dari upacara ngeroras massal setelah melalui berbagai tahapan seperti “ngelungsur don bringin”, natak tiyis seperti meotonan dan metatah. Pada puncak upacara ini juga dilaksanakan berbagai upacara seperti murwa daksina (berputar sebanyak tiga kali searah jarum jam), mepepada, ngeseng (membakar) yang dilanjutkan dengan ritual memineh saat tengah malam nanti.

“Besok lewat pukul 12.00 wita, kita akan lanjutkan dengan acara ngayud ke Pantai Jasri, setelah baru tahapan nuntun yang dilakukan pada tanggal 18 sampai 19 September,” sambung I Komang Kisid selaku Prawartaka Karya.

Disatu sisi, I Wayan Gredeg selaku penglingsir Pasemetonan Arya Kanuruhan mengatakan, hari ini merupakan puncak dari upacara Ngeroras Massal. Melihat antusias puluhan ribu warga seperti ini, pihaknya selaku pengelingsir memohon maaf apabila ada kekurangan.

“Kami berterimakasih kepada seluruh warga, aparat kepolisian dan TNI yang telah ikut bersama sama menyukseskan acara ini, kami juga mohon maaf atas segala kekurangan – kekurangan yang terjadi,” kata Wayan Geredeg. ( igs)

Tinggalkan Komentar...