Nyonya Putri Suastini Koster
Nyonya Putri Suastini Koster

DENPASAR, balipuspanews.com – PKK Provinsi Bali mendukung Pergub terkait mengolah sampah dari sumbernya.

Kita harus ikut mendukung Pergub terkait Mengolah Sampah dari Sumbernya. Sampah itu dari Desa, harus selesai di desa-desa. Kita harus bersih tanpa mengotori Desa yang lain. Kabupaten kita bersih tanpa mengotori di kabupaten yang lain,” kata Ketua PKK Provinsi Bali, Nyonya Putri Suastini Koster saat  sosialisasi bantuan keuangan khusus BKK Gerakan PKK, Minggu (2/2), di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar.

Pihaknya berkumpul salah satunya adalah supaya ibu-ibu dan suami tercinta memikirkan bagaimana sampahnya selesai di desa. Mau dijadikan pupuk, mau jadikam apa lagi silakan.

“Kita kasih contoh selanjutnya terserah Bapak Ibu berinovasi apa yang terbaik untuk bisa Bapak/Ibu, Kita harus menjadi contoh, biarkan orang yang studi banding ke sini. Kalau kita studi banding ke luar artinya kita kalah dengan mereka. Biarkan mereka ke sini, kita bangga bahwa kita punya kelebihan yang harus dipelajari oleh orang lain,” jelasnya.

Pihaknya selalu menekankan kepada Bapak/Ibu pengurus PKK seluruh Bali adalah benar-benar teraplikasi.

” Agar semangat one island one managemant yang dicanangkan oleh pak Gubernur itu bisa terwujud. Bali tidak akan dikatakan sejahtera bila ada satu saja masih kabupaten yang tertinggal. Karenanya 9 kabupaten/kota itu harus sama-sama bergerak bersama, meningkatkan diri bersama. Itu nggak bisa cuman satu menonjol yang lainnya tidak, tidak akan dikatakan Bali sejahtera. Kita harus semangat dan bergeliat menjalankan program PKK, ” ujarnya.

Menurutnya sesungguhnya masih banyak yang harus kita lakukan di tingkat-tingkat Desa. Hatinya (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) PKK di desa-desa dan semua rumah sudah seharusnya menata halaman rumahnya dengan asri dan nyaman.

Tiga bulan pertama ketika setelah dilantik kita menyusun program itu membantu lewat pemberian bibit kepada desa-desa yang dipilih dan ditunjuk oleh Kabupaten/Kota masing-masing.

“Bali harus menjadi contoh. Kita sudah capek studi banding ke luar, tapi tidak pernah ada hasilnya,” ucapnya.

Menurutnya tidak boleh lupa menjaga generasi muda kita dari ancaman seperti halnya bahaya narkoba, pergaulan bebas. Dari situ kemudian akan muncul penyakit virus-virus yang menyebar di dalam tubuh

“Coba bayangkan saja Bapak/Ibu kalau generasi muda kita yang adalah calon-calon pemimpin, 10 sampai 20 tahun mendatang sudah rusak. Apa yang diharapkan oleh bangsa ini oleh pemimpin yang sudah tidak sehat. Kalau generasi milenial itu ada bayang-bayang kolonial kita tidak akan bisa bicara NKRI harga mati, karena kita sudah mati duluan oleh virus itu sendiri,” jelasnya.

Sebagai tim penggerak PKK pihaknya harus tularkan kepada ibu-ibu, pihaknya sosialisasikan apa yang sedang mengancam, apa yang sedang hadapi, bagaimana mencari solusinya. Salah satu caranya adalah sosialisasi.

‘Hari ini kita bicara tentang membantu pemerintah mewujudkan Pergub tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, paling tidak kapan bisa kita wujudkan. Ayo bapak kepala desa pembina PKK di desa beserta ketua tim penggerak PKK Desa rame-rame berinovasi, berkreativitas,” ujarnya.

Ketua Panitia Ni Made Suwastini  yang juga Sekretaris TP-PKK Provinsi Bali  mengucapkane terimakasih telah menghadiri acara sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus BKK Gerakan PKK dan Program Tim Penggerak PKK Provinsi Bali tahun 2020.

PKK sebagai sebuah gerakan yang tumbuh dari bawah oleh dan untuk masyarakat menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai objek namun juga sebagai subjek pembangunan yang dapat memunculkan rasa memiliki atas pembangunan itu sendiri dari segi kelembagaan.

Sementara itu,  pada kesempatan yang sama  juga dilaksanakan Penandatanganan Komitmen Masyarakat Peduli AIDS antara Ketua TP PKK Provinsi Bali dengan Forum Peduli AIDS Provinsi Bali.

Hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati. Pointer Sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus BKK Gerakan PKK, Minggu (2/2), di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar. (rls/BPN/tim)