Putu Supadma: Masyarakat Bali Bersyukur Sidang IPU ke-144 Jadi Momentum Pemulihan UMKM dan Pariwisata

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Misi DPR RI dalam Inter Parliamentary Union ke-144 Bali’' di Media Centre Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2022). (Foto: balipuspanews.com)
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Misi DPR RI dalam Inter Parliamentary Union ke-144 Bali’' di Media Centre Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2022). (Foto: balipuspanews.com)

JAKARTA, balipuspanews.com – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Putu Supadma Rudana mengungkapkan masyarakat Bali bersyukur dengan digelarnya Inter Parliamentary Union (IPU) Ke-144 di Nusa Dua Bal 20-22 Maret.

Penegasan disampaikan Putu Supadma saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema ‘Misi DPR RI dalam Inter Parliamentary Union ke-144 Bali’’ di Media Centre Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

“Kita di parlemen ingin berkontribusi dalam pemulihan ekonomi dan peran parlemen begitu luar biasa. Saya juga banyak mendengar masyarakat di Bali, juga masyarakat Indonesia mengatakan bersyukur tentang adanya event ini. Karena mereka yakin ini adalah awal dari pemulihan ekonomi nasional dan destinasi pariwisata yang selama 2 tahun terakhir sangat terpuruk,” ungkap Putu Supadma.

Sebab, menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini, masyarakat Bali yakin ini adalah awal dari pada pemulihan ekonomi nasional dan destinasi destinasi pariwisata yang 2 tahun terakhir ini sangat terpuruk.

“Bali mungkin teman-teman sudah pernah hadir melihat langsung, itu banyak tempat seperti daerah destinasi atau kota yang mati, karena memang tidak ada turisnya sama sekali dari 16,7 juta turis wisatawan mancanegara yang kembali di tahun 2019, tiba-tiba semuanya tidak ada,” urai Anggota DPR dari daerah pemilihan Bali ini.

Baca Juga :  Cek Persiapan Sidang Tahunan, Puan Ungkap Makna Penggunaan Ornamen Batik Kawung Khas Yogyakarta

Pendorong UMKM dan Pariwisata

Putu Supadma Rudana berharap sidang Ke-144 IPU mengawali pembukaan kepariwisataan nasional dan menjadi pendorong bangkit perekonomian nasional melalui UMKM, terutama untuk Bali.

“Ini momentum yang tepat, karena setiap anggota parlemen (speaker parliament), mereka akan kembali ke negaranya masing-masing dan punya konstituen,” sebutnya.

Rencana awalnya, menurut Putu Supadma, para pelaku UMKM akan terlibat langsung di arena dan hotel-hotel para delegasi menginap.

“Intinya semua lini dan sisi harus mendpaat manfaat dari event ini. Dan kita memang ada hari khusus bagi mereka berkumpul. Kalau nggak salah di UMKM Bali Bangkit yang di Art Center. Di pusat kebudayaan Bali,” ujarnya.

Ia menegaskan UMKM harus mendapatkan manfaat atau dampak langsung dari pelaksanaan sidang IPU yang berlangsung 20-24 Maret 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-77, Pemkab Tabanan Gelar Lomba Ngibing

“Event internasional ini harus dimanfaatkan semaksimal, untuk memulihkan kepercayaan dunia, bahwa Indonesia siap menerima wisatawan,” terangnya.

Putu optimis even IPU merupakan awal dari pemulihan ekonomi nasional. Apalagi, destinasi-destinasi pariwisata selama dua tahun ini sangat terpuruk. Banyak daerah destinasi wisata atau kota yang mati. Karena memang tidak ada turisnya sama sekali. Lihat saja, dari 16,7 juta wisatawan mancanegara pada 2019, tiba-tiba semuanya hilang selama 2 tahun.

Wakil Ketua BKSAP lainnya, Achmad Hafidz Tohir menyampaikan bahwa tema sidang IPU kali ini mengangkat “Getting to Zero : Mobilizing Parliament to Act on Climate Change”.

“Itu memang sudah kami putuskan di rapat di Madrid pada tahun yang lalu dan tema climate changes itu memang bicarakan di seluruh dunia,” kata Hafidz.

Tema ini diangkat karena menyangkut keselamatan seluruh rakyat di dunia terkait dengan isu memanasnya iklim bumi, sehingga parlemen dunia berusaha mengurangi sampai 2 derajat agar jangan sampai iklim dunia terus memanas. Sebab, bila itu terjadi maka malapetaka akan datang karena kutub di utara sudah banyak yang mencair esnya.

Baca Juga :  Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Hadapi Krisis Pertalite

“Dan ini akan menjadi persoalan besar bagi bangsa dan negara, kita ke watir kalau ini tidak kita atasi maka akan terus berkepanjangan,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sementara itu, Anggota BKSAP Dyah Roro Esti mengatakan ada beberapa point yang akan ia sampaikan dalam forum sidang IPU di Bali. Selain isu climate change yang menjadi tema utama sidang IPU, juga akan dibahas persoalan ketersediaan energi dunia dan ratifikasi data agreement tahun 2016 untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29% dan juga 41% dengan bantuan internasional.

“Saya ingin mengingatkan juga bahwa 192 negara dan juga itu telah meratifikasi, maka komitmen lintas negara ini sangat dibutuhkan untuk bagaimana caranya kita bisa menekankan ataupun mengurangi emisi karbon secara keseluruhan. PR kita banyak sekali, karena ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil masih tinggi,” kata Dyah Roro yang juga Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan