Teks Foto : Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat hadir meninjau kegiatan di hari kedua pameran instalasi seni ini, Minggu (23/6) di Youth Park, Taman Kota Lumintang, Denpasar.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, Balipuspanews.com -Pameran Seni Instalasi dengan mengambil tema “KEBUS” yang di selenggarakan oleh Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual, Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali bersinergi dengan Badan Kreatif Kota Denpasar ini mendapat apresiasi langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat hadir meninjau kegiatan di hari kedua pameran instalasi seni ini, Minggu (23/6) di Youth Park, Taman Kota Lumintang, Denpasar.

Karya-karya instalasi para mahasiswa semester VI STD Bali ini merupakan karya pencerminan dari kehidupan kita sehari-hari yang dimediakan dengan instalasi yang sangat dalam maknanya. Dimana para mahasiswa ini sangat memiliki imajinasi yang sangat tinggi, demikian disampaikan Walikota Denpasar, Rai Mantra saat ditemui disela-sela kegiatan, sembari melihat dan mencoba seni instalasi dari mahasiswa STD Bali.

“Ya 80% makna instalasi ini sangat mengadaptasi tantangan atau kendala yang kita hadapi sekarang ini dan mampu dicerminkan dengan karya instalasi yang mennjadi pengingat bagi kita untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, ini sangat matang didalam konsep maupun materi yang di tampilkan. Jadi saya harapkan para mahasiswa ini selalu bisa kreatifvitas dalam kehidupan mereka harus tanpa batas, bila perlu kreatif sampai mati”, tandasnya.

Sementara Rektor STD Bali, Made Arini Hanindharputri mengungkapkan rasa bahagianya karena pada hari kedua pameran instalasi Bapak Walikota Rai Mantra bisa hadir langsung melihat pameran ini dan menyempatkan untuk mencoba game dibeberapa instalasi.

“Saya sangat senang dan baga sekali Bapak Walikota bisa melihat semua instalasi satu persatu dan mencoba beberapa game yang tersedia dalam instalasi, pastinya para masiswa saya juga bangga sekali bisa langsung mendapatkan arahan mengenai instalasi yang mereka buat”, ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, dimana Pameran instalasi yang diselenggarakan selama dua hari ini diberi nama KEBUS, sebuah kata yang berasal dari Bahasa Bali yang berarti “panas”. Berbagai fenomena sosial yang terjadi di kalangan masyarakat memicu respon yang beragam. Ada yang gerah dan menginginkan adanya perubahan, sedangkan yang lainnya cenderung diam dan tidak menghiraukan fenomena-fenomena tersebut, atau bahkan mengecam golongan yang ingin membawa perubahan. Mengangkat kata ini sebagai konsep pameran, karya yang dipamerkan diharapkan dapat memberikan kesan “gerah” di kalangan masyarakat atas berbagai fenomena sosial yang terjadi di sekitar mereka, sehingga timbul dan tumbuh kesadaran dari dalam diri masing-masing individu.

”Tema dari Pameran KEBUS ialah Kenapa Baru Sadar didasari dari fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat di mana masih dinilai kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hal-hal kecil disekitarnya yang diaplikasikan dalam berbagai media kreatif atau seni instalasi yang berukuran besar sebagai bentuk sindiran atau sebagai bentuk pengingat yang memperlihatkan pentingnya kesadaran terhadap haI-hal yang terjadi di sekitar masyarakat”, tambahnya, (rls/bpn).