Ket foto : Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Seminar Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Minggu (7/7).
Ket foto : Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Seminar Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Minggu (7/7).
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, Balipuspanews.com- Keberadaan generasi muda, khususnya Sekehe Teruna (STT) memiliki peranan penting dalam penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. Karenanya, kesamaam visi dan misi dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan kebudayaan sangatlah penting. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Seminar Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar yang digagas Paiketan Krama Bali di Gedung Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Minggu (7/7).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, Bendesa Pakraman se-Kota Denpasar, serta Ketua STT se-Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan Rai Mantra, pelaksanaan seminar Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar ini sangat relavan dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat. Dimana, peranan generasi muda dalam pelestarian dan penguatan kebudayaan Bali sangat penting. Hal ini lantaran keberadaan Sekehe Teruna merupakan penerus peradaban Bali.

“Tentunya hal ini sangat relevan dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar yang kreatif dan berwawasan budaya,” jelasnya.

Rai Mantra menekankan, saat ini diperlukan keseriusan semua pihak dalam menjaga kebudayaan Bali. Tidak hanya itu, keberadaan kebudayaan Bali tentunya harus terus berkembang di era digitalisasi ini, namun demikian jati diri dan karakteristik kebudayaan Bali harus tetap eksis sebagai wujud taksu Bali itu sendiri.

“Tentunya tidak hanya melestarikan kebudayaan saja, dimana kebudayaan Bali yang memiliki daya tarik tersendiri ini harus terus kita dukung bagaimana caranya mengkonservasi, menguatkan dan mengembangkan kebudayaan itu dengan tetap mengedepankan karakteristik serta keunikan dari budaya itu sendiri, yang nantinya bermuara pada penguatan dan pemajuan kebudayaan,” paparnya.

Dari kegiatan ini, Rai Mantra berharap generasi muda Bali, yakni Sekehe Teruna dapat satu visi misi dalam mendukung kemajuan peradaban Bali. Dimana, salah satu upaya yang dapat dilaksanakan adalah dengan menjaga dan menguatkan kebudayaan Bali. Dimana, budaya Bali yang adi luhung ini tidak hanya sebatas seni tari dan tabuh semata, melainkan banyak aspek yang perlu diperhatikan sebagai bagian dari kebudayaan Bali. Seperti agama, seni, pendidikan, budaya, sastra, bahasa dan ekonomi.

“Jadi penguatan kebudayaan Bali dapat dilakukan dari berbagai sektor mulai dari agama, pendidikan hingga ekonomi yang harus terus kita kuatkan untuk mendukung kelestarianya,” harap Rai Mantra.

Ketua Paiketan Krama Bali, AA Putu Agung Suryawan Wiryanatha dalam laporanya menjelaskan bahwa Seminar ini mengangkat tema ‘Bersatu, Bersaudara dan Berkarya’ dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Yakni dr. Wayan Mustika dan dr. Ni Kadek Surpi Aryadarma yang memberikan materi tentang tiga pilar utama yakni Life Management, Leadership dan Enterpreneurship.

Adapun nantinya, lanjut Suryawan seluruh peserta seminar yang terdiri atas STT se-Kota Depasar akan turut membacakan deklarasi Paiketan Yowana Bali Kota Denpasar. “Kami berharap dari pelaksanaan kegiatan ini mampu menyamakan visi misi pemuda Bali, khususnya di Kota Denpasar dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan rasa persatuan untuk berkarya demi keajegan Bali,” pungkasnya, (RLS/BPN).