Rai Mantra Dorong Universitas Kerjasama Sister City

Harapkan Bangun Ekosistem Pendidikan, Kebudayaan dan Industri Kreatif

Walikota Rai Mantra dalam Workshop kerjasama Sister City Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) dengan Pemkot Denpasar, Rabu (7/8) di kampus setempat.
Walikota Rai Mantra dalam Workshop kerjasama Sister City Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) dengan Pemkot Denpasar, Rabu (7/8) di kampus setempat.

DENPASAR, Balipuspanews.com -Program kerjasama sister city antara Kota Denpasar dengan Kota Perth Australia untuk saling mengisi dalam bidang pendidikan, pariwisata, kebudayaan dan pengembangan industri kreatif. Kerjasama menjalin hubungan persaudaraan sebagai kota yang memiliki kemiripan ini telah dilakukan kedua kota yang saling mempertegas langkah kedepan dalam bidang tersebut. Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra mendorong universitas swasta di Kota Denpasar untuk melakukan kerjasama dengan Pemkot Denpasar dan Perth Australia. Penegasan ini disampaikan Walikota Rai Mantra dalam Workshop kerjasama Sister City Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) dengan Pemkot Denpasar, Rabu (7/8) di kampus setempat.

Pertemuan ini dilakukan bersama dengan para dosen Unmas Denpasar, yang dibuka Rektor Unmas, Dr. I Made Sukamerta serta dihadiri Kabag Kerjasama Setda Denpasar, I Gusti Ayu Laxmi Saraswati, Kepala Bappeda Denpasar, I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, dan Kabag Ekonomi Setda Denpasar, Made Saryawan. Keterlibatan Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar juga dihadirkan dalam workshop yang berlangsung sehari ini.

Walikota Rai Mantra menyampaikan beberapa kerjasama sister city juga dilakukan dengan beberapa Negara. Seperti Gyeongju Korea, Azerbaijan Afrika Selatan serta Perth Australia. Masing-masing kerjasama ini meliputi kebudayaan, ekosistem insan kreatif Denpasar, industri kreatif, hingga pendidikan. Kerjasama dengan Gyeongju Korea melalui industri parwisata dengan masuknya Denpasar sebagai Organitation Word Heritage City (OWHC) pada tahun 2013 lalu, dan kembali dijajagi kerjasama dari Azerbaijan Afrika Selatan dalam keterlibatan komunitas dalam pembangunan keberlanjutan di Kota Denpasar. Langkah kerjasama ini terus berkembang yang saat ini mendorong universitas swasta di Denpasar agar dapat melakukan kerjasama tidak saja dalam bidang pendidikan namun mengarah pada ekonomi kreatif.

“Kerjasama ini tentunya ada di Universitas-universitas sebagai lembaga pendidikan, seperti industri kreatif dengan kesiapan kelulusan nantinya dalam melihat peluang-peluang yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam kerjasama dengan Perth adanya kemiripan antara Kota Perth dan Denpasar. masing-masing memiliki sektor unggulan sendiri yang perlu dikembangkan sektor lain dari indusytri kreatif. Kerjasama ini sebelumnya juga telah dilakukan antara lembaga pendidikan di Perth dan Indonesia.

“Denpasar dan Perth telah saling melakukan penjajagan kerjasama yang diharapkan saling mengisi. Perth belajar pariwisata dan kebudayaan serta Denpasar belajar pengembangan industri kreatif,” ujarnya.

Rai Mantra berharap kerjasama ini mampu terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif, terciptanya komunitas ekonomi kreatif yang dapat menunjang industri pariwisata dan insdutri kreatif, transfer ilmu dan teknologi, serta terciptanya pelaku usaha, startup baru dan keterbukaan akses pasar.

Sementara Rektor Unmas, Made Sukamerta mengatakan pelaksanaan workshop ini untuk mempertajam kembali langkah-langkah kedepan dalam kerjasama dengan Pemkot Denpasar yang tentunya sudah mendapat dorongan dari Walikota Rai Mantra. Sukamerta berharap  hasil workshop bisa menentukan hasil tim perumus kedepan apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung program Pemkot Denpasar. “Harapkan workshop bisa membuat perumusan dengan keterlibatan tim peneliti dan rekomendasi untuk dapat dikerjasamakan,” ujarnya, (rls/bpn).