Made Rai Warsa anggota DPRD Bali
Made Rai Warsa anggota DPRD Bali

DENPASAR, balipuspanews.com – Bertambahnya jumlah warga positif corona di Bali mendapat perhatian serius dari anggota Komisi I DPRD Bali Made Rai Warsa. Menurutnya, kunci memutus rantai wabah virus yang pertamakali muncul di Wuhan China itu adalah selalu disiplin dan tidak menganggap sepele apa yang menjadi himbauan pemerintah.

“ Melihat data riil seperti ini, tentu masih ada yang perlu dipertegas lagi dalam wujud implementasi di lapangan. Yang pertama, jaga jarak jangan dipandang remeh. Rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir jangan dianggap enteng. Pakai masker setiap saat jangan dianggap sepele,” kata Rai Warsa.

Tiga hal itu, kata politikus moncong putih asal banjar Seme Payangan itu wajib dilaksanakan. Lalu kenapa soal himbaun diam di rumah tidak disebutkan? Menurutnya dengan disiplin menjalankan tiga hal tersebut di atas, sudah tentu akan memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Jika tiga hal yang saya sampaikan dijalankan secara disiplin dan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, saya punya keyakinan virus ini akan semakin cepat tertangani,” ungkap mantan wartawan senior tersebut.

Selain itu, menurutnya sinkronisasi antar petugas lapangan dan koordinator harus satu pintu. Sehingga tidak ada penafsiran dalam bertindak. Karenanya semua langkah dan tindakan harus tepat.

“ Biar tepat, semua langkah yang diambil sudah jelas. Tidak lagi ada kebingungan untuk memutuskan sesuatu,” tambahnya, berdasarkan analisa pantauan di lapangan.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di gedung Dewan Provinsi, dirinya mengaku tidak akan pernah punya rasa tenang selama virus belum lenyap dari tanah Bali.

“ Makanya sebisa mungkin saya turun, mesti sekadar turun. Tujuannya melihat fakta lapangan,” aku Rai yang memiliki seorang putra dokter ini.

Dirinya memaparkan saat turun ke bandara Ngurai Rai, pada Kamis (16/4/2020) lalu. Menurutnya, petugas yang berada di pintu gerbang internasional Bali dinilainya masih kurang lengkap untuk APD.

“ Bayangkan, petugas penerima migran di garis depan, hanya memakai masker. Padahal jarak mereka untuk tanya jawab tidak ada satu meter,” sentilnya dan berharap hal ini bisa didengar pihak Angkasa Pura (persero) Airport Ngurah Rai. (ari/bas)