Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya
Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya

JAKARTA, balipuspanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (Deputi Gubernur BI).

Ketiga calon tersebut yaitu pertama, Juda Agung yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial yang juga Asisten Gubernur BI. Calon kedua, Aida S. Budiman merupakan Asisten Gubernur yang juga Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Aida juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Internasional BI.

Dan calon ketiga, Doni Primanto Joewono saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Sumber Daya Manusia Bank Indonesia dan merupakan Direktur Eksekutif. Doni juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat dan Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta.

Satu satu tiga kandidat Deputi Gubernur BI yang diusulkan Presiden Joko Widodo itu akan menggantikan Erwin Rijanto yang masa jabatannya berakhir pada 17 Juni 2020.

Uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI dilaksanakan sejak hari ini, Selasa (7/7)/2020 hingga Rabu besok (8/7/2020) di ruang Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Saat uji kelayakan dan kepatutan, Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mencecar Juda Agung terkait keputusan kolektif kolegial di Bank Indonesia (BI) yang kerap menimbulkan persoalan di internal BI karena di antara Dewan Gubernur dan Direksi seringkali berbeda pendapat.

“Kita tau di BI itu keputusannya kolektif kolegial. Tadi disampaikan bahwa visi dan misi yang disampaikan harus sinergi dengan yang lain. Nah, ketika sikap Bapak berbeda dan harus megambil keputusan bersama, apa yng akan dilakukan dengan situasi dan kondisi seperti ini?,” tanya Rai Wirajaya.

Politisi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Bali ini menjelaskan keputusan kolegial sangat penting di internal bank sentral tesebut seperti situasi yang mewajibkan BI harus turun tangan ketika sistem pembayaran terjadi masalah yang menimbulkan kegaduhan moneter di negeri ini.

“Sementara sikap Bapak berbeda dengan Dewan Gubernur yang lain. Nah, apa yang akan dilakukan, padahal apa yang disampaikan Bapak benar, sedangkan sikap dari Dewan Gubernur yang lain ternyata keliru. Apa yang akan dilakukan di kemudian hari,” ucap Rai Wirajaya.

Sementara itu, calon Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan BI merupakan lembaga ekslusif dalam sistem lembaga ketatanegaraan yang bergerak di bidang moneter.

“Kita punya konsern. Juga terkait sektor ril, apakah industri, perdagangan, pariwisata. Kita juga melakukan analisis yang tujuan secara bersama di sebuh sektor. Makanya kita miliki tiap tiga bulan ada yang namanya rapat koordinasi dalam konteks pengembangan ekonomi termasuk di daerah,” sebut Juda.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan

Facebook Comments