Rakernas IWO (2 – habis), Era Industri 4.0 Media Formal tergeser Media Partisipan Bohong

23
Diskusi masa depan wartawan era industri 4.0
Diskusi masa depan wartawan era industri 4.0

DEPOK, balipuspanews.com – Media online mesti bertarung dalam konten sehingga tidak meninggalkan produk sampah atau sesuatu yang enggak penting, saat ini posisi media online mulai tergeser dengan media partisipan dengan isi bohong yang diviralkan.

“Berita menarik atau konten yang baik adalah menjadi penentu media online dalam merebut pasar pembaca, jika isinya monotun dan formalitas akan menghasilkan isi sampah atau berita tidak penting,” kata Rustika Herlambang, Intelenjen Media Online dalam diskusi masa depan wartawan di era Industri 4.0 pada rapat kerja Ikatan Wartawan Online Rapat Kerja Nasional Ikatan Wartawan Online (IWO) Senin dan Selasa, 11-12 Maret di Shekinah Village Jalan. Pulo Mangga No 48 Grogol, Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

Ia mengatakan dari hasil kajian yang dilakukan pada tahun 2012 – 2015 media masih online masih objektif, namun ditahun 2016 sampai sekarang cenderung ada perubahan dengan berita berita pesanan.[

Dampak dari berita berita pesanan ini akan memunculkan isi atau konten sampah.

“Media partisipan yang bohong cenderung mengalahkan media formal,”katanya.

Kondisi ini akan membuat media online akan ditinggalkan oleh nitizen yang akan cenderung memilih media sosial sebagai media informasi.

Disisi lain, Edy Fajar salah satu penekun dunia medsos sekaligus penggiat lingkungan menyatakan untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan media mesti memperhatikan 4 C yakni content (isi) context (konteks) coherence (hubungan) dan colour (warna).

Lebih jauh ditekankan, kreativitas mengemas konten akan mengundang para nitizen untuk melakukan kunjungan ke konten. (art/bpn/tim)

Loading...