Rancang Belanja 3 T lebih, Pemkab dan DPRD Gianyar Melakukan Pembahasan APBD 2020

Bupati Gianyar Made Mahayastra saat menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Gianyar tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 19 Tahun 2018 tentang Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019, pada sidang paripurna di ruang sidang DPRD Kabupaten Gianyar beberapa waktu lalu.

GIANYAR, Balipuspanews.com – Suatu terobosan baru tampaknya dilakukan Pemkab bersama DPRD Gianyar yakni penetapan APBD untuk tahun berikutnya yang dilakukan jauh-jauh hari. Rabu (16/10/2019) kemarin digelar Rapat Paripurna Penyampaian Pengantar Raperda Tentang APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2020 di ruang sidang DPRD Kabupaten Gianyar.  Saat dihubungi, Bupati Gianyar Made Mahayastra menyampaikan beberapa hal terkait penetapan APBD 2020 yang dilakukan lebih awal.

Diungkapkannya, untuk menyelesaikan penyusunan APBD 2020, jajarannya bekerja siang dan malam, bahkan rapat-rapat juga digelar hari Sabtu dan Minggu. Hal ini dilakukan supaya penetapan APBD 2020 bisa dilakukan sebelum 12 Nopember. “Tidak jamannya lagi pekerjaan menumpuk di akhir tahun, di awal kita kejar, di akhir (tahun) kita santai, penetapan APBD 2020 dilakukan lebih awal sehingga Januari 2020 kegiatan sudah bisa dijalankan,” tegas  Mahayastra.

Dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2020, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp.2,518 trilyun lebih. Rencana PAD dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020, terlihat mengalami peningkatan sebesar Rp.220,622 milyar lebih atau 22,31 persen jika dibandingkan dengan PAD Tahun Anggaran 2019 yang sebesar Rp989,105 milyar lebih. Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Dari struktur APBD Kabupaten Gianyar Tahun 2020, juga tercantum Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp3,004 trilyun lebih, yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar  Rp1,342 trilyun lebih atau 44,68 persen dan Belanja Langsung sebesar Rp1,662 trilyun lebih atau 55,32 persen. Belanja Tidak Langsung terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp876,294 milyar lebih atau 65,27 persen dan belanja lainnya sebesar Rp466,326 milyar lebih atau 34,73 persen.

Sedangkan Belanja Langsung, terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp52,342 milyar lebih atau 3,15 persen, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp621,529 milyar lebih atau 37,39 persen dan Belanja Modal sebesar Rp988,378 milyar lebih atau 59,46 persen.

Bupati Mahayastra mengatakan, dengan dilakukannya rapat paripurna hari ini, Pemkab Gianyar akan menjadi kabupaten/kota pertama di Bali yang menetapkan APBD Tahun Anggaran 2020.  “Kita akan terapkan sistem kerja yang baru, pada tahun-tahun sebelumnya penetapan APBD baru dilakukan sekitar Bulan Desember, dengan penetapan lebih awal ini maka Januari 2020 kita sudah bisa menjalankan kegiatan,” ujar Mahayastra. Dengan demikian, Mahayastra berharap tidak ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan karena belum ditetapkannya APBD. “Ini menjadi bentuk pelayanan dan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat,” tandasnya.(catur/bpn/tim).

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version